MEDAN, METRODAILY – Selama periode Januari hingga Desember 2025, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tercatat mengalami 623 bencana alam, menyebar di 33 kabupaten/kota.
Data tersebut dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Rabu (7/1).
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan bencana alam di Sumut didominasi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 232 kejadian. Sementara itu, cuaca ekstrem dan banjir tercatat masing-masing 153 dan 122 kejadian.
Bencana tanah longsor menempati peringkat empat dengan 107 kejadian, sedangkan kekeringan, gelombang pasang, dan abrasi masing-masing terjadi empat kali. Satu kejadian gempa bumi juga tercatat sepanjang tahun.
Berdasarkan laporan BPBD, Kabupaten Deli Serdang menjadi wilayah terbanyak terdampak bencana dengan 64 kejadian, diikuti Kabupaten Simalungun 46 kejadian, Kabupaten Samosir 38, dan Kabupaten Tapanuli Tengah 32 kejadian. Kota Pematangsiantar mencatat 14 bencana sepanjang 2025.
Berikut rincian wilayah terdampak bencana alam lainnya:
-
Kabupaten Toba: 30 kejadian
-
Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta): 29 kejadian
-
Kabupaten Karo dan Kota Sibolga: 25 kejadian masing-masing
-
Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai): 23 kejadian
-
Kabupaten Tapanuli Utara (Taput): 22 kejadian
-
Kabupaten Batubara, Humbang Hasundutan, Langkat: 20 kejadian masing-masing
-
Kabupaten Padang Lawas (Palas): 19 kejadian
-
Kota Gunungsitoli dan Kota Medan: 18 kejadian masing-masing
-
Kabupaten Dairi dan Mandailing Natal: 16 kejadian
-
Kabupaten Asahan dan Nias Barat: 15 kejadian masing-masing
-
Kabupaten Nias: 13 kejadian
-
Kabupaten Pakpak Bharat: 12 kejadian
-
Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel): 11 kejadian
-
Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labusel: 10 kejadian masing-masing
-
Kota Padangsidimpuan: 8 kejadian
-
Kabupaten Nias Utara: 7 kejadian
-
Kota Tebing Tinggi: 6 kejadian
-
Kota Binjai: 5 kejadian
-
Kabupaten Nias Selatan: 4 kejadian
-
Kota Tanjung Balai: 2 kejadian
Sri Wahyuni menjelaskan, data bencana tersebut berdasarkan laporan BPBD kabupaten/kota yang diteruskan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) dan diinput ke aplikasi yang disediakan.
“Data ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Sumut,” ujarnya. (ant)
Editor : Editor Satu