Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hunian Pasien Tembus 90 Persen, RSUD Panyabungan Siap Kerja Sama Swasta

Editor Satu • Kamis, 8 Januari 2026 | 14:30 WIB

Bupati Madina Saipullah Nasution menyapa pasien di gedung baru RSUD Panyabungan.
Bupati Madina Saipullah Nasution menyapa pasien di gedung baru RSUD Panyabungan.

MADINA, METRODAILY – Tingkat hunian pasien di RSUD Panyabungan secara konsisten telah melampaui 90 persen dari total kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Kondisi ini dinilai mendesak dilakukan pengembangan rumah sakit, baik melalui dukungan Kementerian Kesehatan maupun skema kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN.

Hal tersebut disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution saat meninjau RSUD Panyabungan di kawasan Panatapan, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Monitoring Semester Genap, Kakan Kemenag Palas Uji Baca-Tulis dan Berhitung Siswa MI

“Tingkat hunian pasien sudah rutin di atas 90 persen. Karena itu RSUD Panyabungan perlu dikembangkan, baik melalui dukungan Kemenkes maupun kerja sama dengan swasta atau BUMN,” ujar Saipullah.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan layanan kesehatan harus segera direspons agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang optimal dan berkualitas.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menekankan percepatan pengoperasian layanan hemodialisis sesuai rekomendasi hasil verifikasi Kementerian Kesehatan. Ia meminta pihak vendor segera menyempurnakan kesiapan fasilitas penunjang.

Baca Juga: KPK Tegaskan Solid Usut Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Bantah Pimpinan Terbelah

“Vendor memiliki tanggung jawab menyiapkan ruangan Reverse Osmosis (RO) sesuai standar Kemenkes. Kami minta segera dilakukan perbaikan agar layanan hemodialisis bisa segera beroperasi,” tegasnya.

Selain itu, Saipullah menanggapi keluhan masyarakat terkait belum tersedianya ruang ibadah di RSUD Panyabungan. Untuk jangka pendek, pemerintah daerah akan menyiapkan satu ruangan khusus yang dapat digunakan pengunjung dan pasien untuk melaksanakan salat.

“Banyak pengunjung kesulitan ketika hendak salat. Bahkan ada ustaz yang menyampaikan langsung keluhan tersebut,” kata Saipullah.

Baca Juga: Terdesak Dikejar Warga, Pencuri Menyandera Nenek di Labusel, Video Viral

Ia menjelaskan, sesuai desain dan layout rumah sakit, telah disiapkan area khusus di bagian belakang untuk pembangunan masjid atau rumah ibadah permanen.

Namun saat ini, Pemkab Madina masih memprioritaskan pengoperasian layanan vital seperti klinik, ruang operasi, dan ruang rawat inap.

Terkait dukungan peralatan kesehatan, Saipullah menyebutkan hasil audiensi dengan Menteri Kesehatan menunjukkan fokus program ke depan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

“Fokusnya peningkatan SDM, dari dokter umum menjadi spesialis, penambahan dokter spesialis, hingga peningkatan kapasitas perawat. Untuk bantuan alat kesehatan, peluangnya tidak sebesar sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Istri Kepala BKPP Labuhanbatu Diperiksa Jaksa, Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka

Sementara itu, Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan mengatakan sejumlah alat kesehatan bantuan dari Kementerian Kesehatan telah dipersiapkan dan sebagian masih dalam proses pengiriman.

Bantuan tersebut meliputi peralatan BKIA (Kesehatan Ibu dan Anak), cathlab, CT Scan, mamografi, serta alat endoskopi untuk pemeriksaan saluran cerna.

“Seharusnya bantuan ini masuk pada 2025. Namun karena program berlaku secara nasional, untuk daerah kita realisasinya baru awal tahun ini,” jelas Rusli.

Seluruh alat kesehatan tersebut ditargetkan telah terpasang dan berfungsi optimal paling lambat Maret 2026. (ant)

Editor : Editor Satu
#tingkat hunian #RSUD Panyabungan #pemkab madina