TAPTENG, METRODAILY – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menjadi sorotan nasional.
Dalam satu malam, bencana hidrometeorologis tersebut memicu pemadaman listrik, memutus akses jalan, dan menyebabkan ratusan korban jiwa.
Berdasarkan data terbaru Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tapteng per Senin, 5 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat 128 jiwa. Selain itu, 7 orang mengalami luka-luka, sementara 35 korban masih dalam pencarian.
Sebanyak 4.974 warga dilaporkan masih mengungsi akibat rusaknya permukiman dan infrastruktur akibat terjangan banjir dan longsor.
Baca Juga: Okupansi Hotel di Toba Turun Saat Nataru 2025–2026, Ini Dugaan Pengelola Hotel
Lima kecamatan dilaporkan mengalami dampak terparah, yakni Kecamatan Pandan, Tukka, Badiri, Sitahuis, dan Sibabangun. Kerusakan terjadi pada rumah warga, fasilitas umum, serta jalur transportasi utama yang hingga kini masih dalam tahap penanganan.
Pemerintah Kabupaten Tapteng menyatakan saat ini daerah tersebut telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Berbagai langkah percepatan pemulihan terus dilakukan, termasuk penanganan pengungsi, pencarian korban hilang, serta perbaikan infrastruktur vital.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian serius dan kerja kolektif seluruh pihak.
Baca Juga: Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Tinjau Lokasi Huntap Korban Bencana
“Cepat tidaknya Tapteng pulih sangat tergantung dari kinerja kita semua,” ujar Masinton saat memimpin Apel Bersama PPPK Paruh Waktu, beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum perubahan bagi Tapteng, dengan semangat kerja baru dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Alam sudah mengingatkan kita untuk lebih peduli lingkungan. Etos kerja yang malas dan asal-asalan harus kita akhiri,” tegasnya.
Pemkab Tapteng memastikan proses pemulihan akan terus berlanjut hingga kondisi daerah kembali stabil dan masyarakat dapat beraktivitas secara normal. (net)
Editor : Editor Satu