Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Menteri PPPA Turun ke Lokasi Pengungsian Marsada Tapsel, Tegaskan Perlindungan Perempuan dan Anak

Editor Satu • Selasa, 6 Januari 2026 | 13:50 WIB
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi saat berdialog dengan pengungsi perempuan dan anak di lokasi Pengungsian Marsada, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi saat berdialog dengan pengungsi perempuan dan anak di lokasi Pengungsian Marsada, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.

TAPSEL, METRODAILY – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, meninjau langsung lokasi Pengungsian Marsada di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (4/1/2026).

Ia memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan serta anak pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kedatangan Menteri PPPA disambut Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan. Kunjungan kerja yang berlangsung pada 3–4 Januari 2026 itu menjadi bentuk kehadiran langsung pemerintah pusat di tengah para penyintas bencana.

Baca Juga: Pemkab Paluta Kawal Proses Hukum Pembunuhan Bocah di Padang Bolak

Di lokasi pengungsian, Arifatul meninjau kondisi tenda-tenda pengungsi serta berdialog dengan ibu-ibu dan anak-anak terdampak. Interaksi hangat tercipta saat Menteri menyemangati anak-anak melalui yel-yel bersama.

“Kekuatan!” seru Arifatul, disambut jawaban serempak anak-anak, “Lima lima!”
“Mana gigimu?” tanya Menteri kembali.
“Ini gigiku!” jawab anak-anak sambil tertawa, menutup dengan seruan, “Tapsel Bangkit!”

Di balik suasana tersebut, dialog dengan para penyintas mengungkap berbagai persoalan serius, mulai dari kehilangan tempat tinggal, kekhawatiran terhadap kesehatan anak, hingga ketidakpastian masa depan keluarga.

Baca Juga: Polres Madina Bekuk Pengedar Sabu di Desa Sikapas, Puluhan Paket Diamankan

Menurut Arifatul, perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi bencana, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial, sehingga penanganan pascabencana tidak boleh bersifat parsial.

“Perempuan dan anak menghadapi risiko berlapis pascabencana. Karena itu, perlindungan dari kekerasan, pemenuhan hak kesehatan, serta dukungan psikososial harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya layanan kesehatan terpadu di lokasi pengungsian, termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemantauan status gizi balita, penanganan penyakit infeksi pascabencana, serta skrining kesehatan mental bagi para penyintas.

Baca Juga: 82 KK Korban Bencana di Palas Terima Bantuan Langsung dari Bupati

Selain peninjauan lapangan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pembahasan difokuskan pada penguatan edukasi kebencanaan berbasis keluarga, sistem perlindungan anak di tingkat komunitas, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan dan sosial dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Pendekatan ini, kata Arifatul, sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pemulihan.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, kesehatan mental, dan martabat masyarakat, khususnya kelompok paling rentan,” ujarnya.

Baca Juga: Huntara 117 KK di Tapsel Siap Dibangun di Lahan PT TPL

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PPPA beserta rombongan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapsel untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan perlindungan perempuan dan anak berjalan optimal dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Staf Ahli TP PKK Tapsel, Ketua DWP Tapsel, para asisten dan staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, serta unsur TNI dan Polri. (net)

Editor : Editor Satu
#menteri pppa #pengungsi banjir di tapsel