TAPSEL, METRODAILY – Pemerintah pusat dan daerah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Lokasi huntara berada di lahan milik PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan disiapkan oleh Pemda Tapsel.
Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan, Satgas Kodim 0212/Tapsel melalui Koramil 03/Sipirok melakukan monitoring agar proses penyiapan lahan aman bagi calon penghuni. Saat ini, pembersihan dan pemerataan lahan menggunakan alat berat telah berjalan.
“Bukaan lahan sekitar 80x150 meter diproyeksikan mampu menampung 117 kepala keluarga pengungsi. Progres penyiapan lokasi huntara sudah mencapai 50 persen dan terus dikebut agar segera bisa digunakan,” ujar Asrul, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Harga Andaliman di Toba Meroket, Tembus Rp500 Ribu per Kilogram
Ia menegaskan, keterlibatan TNI dalam monitoring adalah bentuk sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk percepatan penyiapan hunian sementara, sehingga pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal layak, aman, dan manusiawi.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebelumnya memastikan pemerintah akan memulihkan infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor, termasuk rumah warga, lahan pertanian, sekolah, gereja, dan fasilitas umum.
“Kami akan memperbaiki rumah rusak ringan, sedang, berat, dan hilang, serta memulihkan sawah dan kebun. Semuanya akan dibantu secara bertahap,” kata Bobby saat meninjau Kecamatan Angkola, Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: Keren! Ada Lapangan Basket Tepi Danau Toba, Posisinya di WFC Pangururan
Banjir dan longsor yang menerjang Tapsel pada 24 November 2025 menyebabkan 88 orang meninggal, 127 luka-luka, 20 hilang, dan 4.693 orang masih mengungsi, menurut data BPBD Sumut per 28 Desember 2025. (kcm)
Editor : Editor Satu