TAPTENG, METRODAILY – Hari pertama sekolah setelah libur Tahun Baru di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tidak seperti biasa.
Siswa-siswi SD Negeri 157623 Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, terpaksa mengikuti pembelajaran di tenda darurat yang didirikan Dinas Pendidikan setempat, akibat kerusakan parah sekolah mereka karena banjir bandang pada 25 November 2025.
Meski belajar di tengah keterbatasan, semangat para siswa tetap terlihat tinggi. Mereka antusias mengikuti pelajaran dan bahkan menerima seragam baru dari Dinas Pendidikan, yang menambah motivasi untuk kembali belajar.
Baca Juga: Pejabat Pemko Siantar Wajib Setor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
“Alhamdulillah, kami senang bisa sekolah lagi meskipun di tenda darurat. Kami harus sekolah supaya tidak ketinggalan dari teman-teman, apalagi sudah mau ujian semester,” ujar salah seorang siswa.
Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Elni Sitompul, menyampaikan bahwa saat ini terdapat empat SD yang melaksanakan pembelajaran di tenda darurat, yakni SD Negeri Nadiri, SD Negeri Pagaran Honas, SD Negeri Sigiring-giring, dan SD Negeri Sibio-bio.
“Proses pembelajaran dibuat menyenangkan untuk menghilangkan trauma anak-anak. Guru tidak dibebankan memberikan tugas berat atau pekerjaan rumah,” jelas Elni.
Baca Juga: Gerbang Tol Simpang Panei Ditutup Kembali, Operasional Tunggu Arahan Pemerintah
Untuk siswa kelas enam, metode pembelajaran tetap mengacu pada arahan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, dengan menyesuaikan kondisi psikologis anak. Pemerintah daerah berupaya agar pembelajaran di tenda darurat bersifat sementara hingga sekolah rusak dapat dibangun kembali.
Kepala SD Negeri 157623 Pagaran Honas, Sulaiman, menambahkan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar berkat upaya maksimal guru dan staf sekolah.
“Walaupun dalam kondisi sulit, kami berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi kami,” tegasnya.
Baca Juga: Apel Perdana 2026, Wali Kota Siantar Tekankan Rencana Kerja Terukur, Terarah, dan Berbasis Target
Dinas Pendidikan Tapteng juga menyiapkan fasilitas pendukung dan sumber daya untuk menunjang pembelajaran di tenda darurat, memastikan siswa tetap belajar dengan aman dan nyaman.
Banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah telah merusak berbagai infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan. Namun, dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, proses belajar mengajar tetap berlangsung demi keberlangsungan pendidikan anak-anak. (net)
Editor : Editor Satu