TAPANULI SELATAN, METRODAILY – Pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada 25 November 2025, warga Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru, mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Batang Toru. Kondisi ini mengganggu aktivitas sosial dan roda perekonomian masyarakat.
Sebagian besar daerah aliran sungai sepanjang sekitar satu kilometer kini berubah menjadi daratan berpasir bercampur lumpur dan dipenuhi gelondongan kayu sisa banjir. Hal ini membuat sungai mudah meluap saat hujan turun, sehingga warga hidup dalam kecemasan.
Sadam Simbolon, Sekretaris Desa Muara Hutaraja, menjelaskan, sekitar 120 kepala keluarga atau 350 jiwa tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Toru.
“Sungai kini dipenuhi sedimen dan kayu-kayu sisa banjir. Sedikit hujan saja, air langsung meluap dan merendam rumah warga,” ujarnya, Minggu.
Dampak bencana juga merusak hunian warga. Setidaknya 10 rumah hancur akibat derasnya arus banjir bandang. Warga memanfaatkan kayu gelondongan untuk membuat papan sebagai bahan membangun kembali rumah mereka sementara menunggu bantuan pemerintah.
Pemerintah setempat terus berupaya melakukan pemulihan infrastruktur, tetapi warga menegaskan normalisasi sungai harus menjadi prioritas utama agar risiko banjir tidak kembali mengancam.
Bencana banjir bandang di Tapanuli Selatan tercatat menewaskan 89 orang, sekitar 20 orang masih hilang, dan memaksa lebih dari seribu warga mengungsi dari tempat tinggal mereka. (ant)
Editor : Editor Satu