Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Kembali Rendam Tapteng, Masinton Desak Normalisasi Sungai dan Pembangunan Tanggul

Editor Satu • Senin, 5 Januari 2026 | 12:00 WIB
Banjir merendam permukiman warga dan badan jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah akibat luapan sungai setelah hujan deras, Jumat (2/1/2026).
Banjir merendam permukiman warga dan badan jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah akibat luapan sungai setelah hujan deras, Jumat (2/1/2026).

TAPTENG, METRODAILY — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga sore hari, Jumat (2/1/2026).

Sembilan kecamatan terdampak banjir susulan yang menyebabkan air sungai meluap hingga ke permukiman warga dan menutup badan jalan.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menegaskan perlunya langkah cepat dan menyeluruh, terutama normalisasi alur sungai serta pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai yang melintasi kawasan permukiman.

Baca Juga: Remaja Asal Taput Tewas Tenggelam di Danau Toba Saat Berwisata ke Desa Meat

“Kendala saat ini adalah perlunya menormalisasi alur sungai dan membuatkan tanggul di sepanjang bantaran sungai yang melintasi pemukiman,” ujar Masinton saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (3/1/2026).

Masinton menilai langkah tersebut bersifat mendesak. Pasalnya, tanpa penanganan permanen, banjir berpotensi terus berulang setiap kali hujan deras turun dan menimbulkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat.

“Kalau tidak segera ditangani, setiap hujan deras banjir akan kembali terjadi. Masyarakat terus merasa takut dan cemas,” katanya.

Baca Juga: Arus Balik Nataru 2026 di Toba Padat tapi Lancar, Polisi Siagakan Tim Urai di Jalinsum

Selain penanganan sungai, Pemkab Tapteng juga memprioritaskan pemulihan pascabencana, termasuk memperbaiki dan mencetak kembali sawah warga yang tertimbun material banjir berupa lumpur, pasir, dan kayu.

Pemerintah daerah juga akan membuka kembali akses jalan dan jembatan desa yang rusak atau terputus akibat banjir dan longsor.

“Semua itu membutuhkan berbagai jenis alat berat. Dan kami sangat membutuhkan dukungan alat-alat tersebut,” ucap Masinton.

Lebih lanjut, Masinton menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan lahan baru milik pemerintah kabupaten maupun masyarakat untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Baca Juga: Prajurit TNI Cukur Rambut Gratis Anak Pengungsi Banjir–Longsor di Tapanuli Utara

Banjir susulan ini melanda sembilan kecamatan yang sebelumnya juga terdampak banjir bandang dan longsor, yakni Tapian Nauli, Pandan, Sarudik, Tukka, Badiri, Pinangsori, Lumut, Sibabangun, dan Sukabangun.

“Hujan terjadi hampir merata di seluruh wilayah Tapanuli Tengah sejak pagi hingga sore hari,” ujar Masinton. (net)

Editor : Editor Satu
#normalisasi sungai #Pembangunan Tanggul #Bupati Tapteng Masinton Pasaribu #Banjir tapteng