Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi Banjir Tapsel, Tegaskan Gotong Royong dan Jaga Alam

Editor Satu • Jumat, 2 Januari 2026 | 17:13 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto menyapa pengungsi di Posko Pengungsian PT Agincourt Resources, Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025) malam.
Presiden Prabowo Subianto menyapa pengungsi di Posko Pengungsian PT Agincourt Resources, Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025) malam.

TAPSEL, METRODAILY – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengisi malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dengan mengunjungi pengungsi korban banjir bandang di Posko Pengungsian PT Agincourt Resources (PTAR), Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Rabu (31/12/2025) malam.

Posko tersebut menampung warga Desa Garoga, wilayah yang tercatat sebagai desa paling parah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Kehadiran Presiden disambut antusias para pengungsi yang masih bertahan di hunian sementara.

Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, Prabowo mengikuti kegiatan nonton bareng bersama anak-anak pengungsi. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan pesan keteguhan hati kepada warga terdampak bencana.

“Dalam menghadapi musibah ini kita harus ikhlas, sabar, dan tegar. Dan yang paling penting, kita harus gotong royong, kita harus bersama-sama menghadapi kesulitan ini,” ujar Prabowo.

Presiden Indonesia ke-8 tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir dan tidak meninggalkan rakyat yang tertimpa musibah.

“Percayalah, bahwa pemerintahmu, pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian,” ucapnya yang disambut sorak dan tepuk tangan pengungsi.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, Prabowo turut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dirawat dan dihormati agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.

“Kita harus waspada terhadap alam. Alam harus kita hormati, kita jaga, dan kita rawat. Tidak boleh kita merusak alam, karena alam sering memberi kita tantangan dan cobaan,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Menteri Sekretaris Negara Prasertyo Hadi, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, salah seorang pengungsi asal Desa Garoga, Mestika Tanjung (29), berharap pemerintah segera membangun hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak.

“Kalau bisa kami tetap di desa kami, karena tanah kami di sana, usaha kami juga di sana,” ujar Mestika, yang rumahnya rusak berat akibat banjir di kawasan Jembatan Anggoli (Garoga 2). (SAN)

 

Editor : Editor Satu
#Presiden Prabowo #pengungsi banjir #banjir bandang