Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Isu Penahanan Bantuan Dibantah, Pemprov Sumut Siapkan Skema Pengiriman Cepat ke Aceh

Editor Satu • Senin, 29 Desember 2025 | 18:30 WIB
Pemprov Sumatera Utara menggelar pertemuan bersama Relawan Gimbal Alas Malang, pihak PT Pelni, dan unsur terkait membahas pengiriman bantuan bencana ke Aceh Tamiang di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut.
Pemprov Sumatera Utara menggelar pertemuan bersama Relawan Gimbal Alas Malang, pihak PT Pelni, dan unsur terkait membahas pengiriman bantuan bencana ke Aceh Tamiang di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut.

MEDAN, METRODAILY — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menegaskan bahwa isu penahanan bantuan bencana dari luar daerah tidak benar.

Pemprov Sumut justru memastikan siap membantu dan mempercepat proses pengiriman bantuan ke wilayah terdampak, termasuk ke Provinsi Aceh, meski terjadi kesalahan teknis dalam proses pengiriman.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Saragih, saat pertemuan bersama Relawan Gimbal Alas Malang, Jawa Timur, pihak PT Pelni, dan unsur terkait lainnya di Gedung Serbaguna (GSG) Pemprov Sumut, Senin (29/12/2025).

Pemprov Siap Tanggung Biaya Pengiriman

Tuahta menjelaskan, Pemprov Sumut melalui BPBD menerima bantuan bencana yang masuk melalui posko darurat untuk kemudian didistribusikan ke daerah-daerah terdampak, baik di Sumatera Utara maupun ke wilayah lain yang juga terdampak bencana.

“Untuk proses pengirimannya, Pemprov Sumut siap mengirim bantuan ini ke Aceh Tamiang, termasuk menanggung biaya kontainer yang sebelumnya dibebankan oleh PT Pelni kepada Relawan Gimbal Alas Malang,” ujar Tuahta.

Kesalahan Teknis Pengiriman

Dalam pertemuan tersebut terungkap, sebelumnya terdapat pengiriman 10 kontainer bantuan atas nama BPBD Jawa Timur untuk korban bencana di Sumatera Utara.

Pada saat yang sama, terdapat dua kontainer bantuan milik Relawan Gimbal Alas Malang yang ikut dikirim melalui PT Pelni.

Namun setibanya di Medan, seluruh bantuan dibawa ke GSG Pemprov Sumut, termasuk dua kontainer milik Relawan Gimbal Alas, karena Pemprov Sumut menerima konfirmasi bahwa bantuan dari BPBD Jatim berjumlah 10 kontainer untuk Sumatera Utara.

“Kami mendapat konfirmasi dari BPBD Jatim bahwa bantuan yang dikirim sebanyak 10 kontainer untuk korban bencana di Sumatera Utara. Kami tidak mengetahui ternyata ada dua kontainer milik Relawan Gimbal Alas yang ikut dibongkar di sini. Untuk biaya pengirimannya, Pemprov siap membayar,” jelas Tuahta.

Bantuan Tetap Dikirim ke Aceh

Tuahta menegaskan, meski terjadi miskomunikasi, Pemprov Sumut bertanggung jawab membantu pengiriman bantuan tersebut ke Provinsi Aceh, mengingat Aceh juga merupakan daerah terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor.

Saat ini, BPBD Sumut masih terus menerima dan menyalurkan bantuan dari berbagai daerah karena dampak bencana yang terjadi cukup luas dan berkepanjangan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Mapel Indonesia yang mendampingi Relawan Gimbal Alas berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi masyarakat.

“Kami berharap ke depan koordinasi lebih baik, karena bantuan ini murni berasal dari kepedulian masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Operasional PT Pelni Wilayah Medan Suharto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Basarin Tanjung, para relawan Gimbal Alas, serta pihak terkait lainnya. (Rel)

Editor : Editor Satu
#bantuan bencana #pemprov sumut