Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gubernur Bobby Laporkan 648 Huntap Sudah Groundbreaking Pascabanjir dan Longsor di Sumut

Editor Satu • Senin, 29 Desember 2025 | 18:10 WIB
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengikuti rapat daring bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait pembahasan lanjutan pembangunan Hunian.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengikuti rapat daring bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait pembahasan lanjutan pembangunan Hunian.

MEDAN, METRODAILY — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mempercepat realisasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah.

Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 648 unit Huntap telah memasuki tahap groundbreaking di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution dalam rapat pembahasan lanjutan pembangunan Huntap untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang digelar secara daring dan dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Minggu malam (28/12/2025).

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta para kepala daerah terdampak bencana.

Sebaran 648 Unit Huntap

Gubernur Bobby Nasution yang mengikuti rapat dari Aula Tengku Rizal Nurdin (TRN), Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, melaporkan rincian lokasi dan jumlah Huntap yang telah dilakukan groundbreaking.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, Huntap dibangun di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, di atas lahan seluas 5 hektare dengan jumlah 103 unit.

Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan, lokasi Huntap berada di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, dengan luas lahan 61.942 meter persegi dan jumlah 227 unit.

Adapun di Kabupaten Tapanuli Tengah, Huntap dibangun di Lahan Asrama Haji Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori, seluas 1,3 hektare dengan jumlah 118 unit.

Untuk Kota Sibolga, Huntap berlokasi di Jalan Sudirman, Kelurahan Aek Porombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, di atas lahan 5,1 hektare dengan jumlah 200 unit.

Tambahan 343 Unit Huntap

Selain 648 unit yang telah dilakukan groundbreaking, Gubernur Bobby juga melaporkan rencana pembangunan 343 unit Huntap tambahan di sejumlah daerah.

Di Tapanuli Tengah, Huntap direncanakan di Kelurahan Tukka, Desa Lumut, sebanyak 86 unit.

Di Tapanuli Selatan, Huntap akan dibangun di Desa Tandihat dengan jumlah 186 unit.

Sementara di Kabupaten Humbang Hasundutan, Huntap direncanakan di Desa Panggunggurgan sebanyak 35 unit, serta Desa Sampe Tua/Onan Ganjang sebanyak 36 unit.

Pemerintah Pusat Minta Daerah Proaktif

Menteri PKP Maruarar Sirait meminta seluruh kepala daerah terdampak bencana untuk proaktif mengusulkan dan memvalidasi data Huntap, termasuk kepastian lokasi riil agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta segera melaporkan data rumah warga yang masuk kategori rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hanyut, atau hilang akibat bencana banjir dan longsor.

Maruarar menyebutkan, selain pembangunan Huntap melalui APBN, pihak Yayasan Buddha Tzu Chi dan Danantara juga akan membangun 15.000 unit hunian di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Lokasi hunian jangan terlalu jauh dari ekosistem masyarakat, seperti sekolah, rumah sakit, dan lahan mata pencaharian. Saya minta daerah mengkaji lokasi hunian yang benar-benar siap,” tegas Maruarar. (Rel)

Editor : Editor Satu
#Banjir dan Longsor di Sumut #hunian tetap #pascabencana #Gubernur Sumut Bobby Nasution