Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sekolah di Sumbar dan Sumut Siap Dibuka Januari 2026, Aceh Dikebut

Editor Satu • Jumat, 26 Desember 2025 | 08:30 WIB
Personel Polda Sumatera Utara mengantar anak-anak sekolah dari lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapsel, menggunakan mobil dinas pascabanjir dan longsor.
Personel Polda Sumatera Utara mengantar anak-anak sekolah dari lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapsel, menggunakan mobil dinas pascabanjir dan longsor.

ACEH, METRODAILY — Pemerintah memastikan pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan.

Sekolah-sekolah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat bahkan ditargetkan kembali beroperasi penuh mulai Januari 2026, sementara Aceh masih dalam tahap persiapan lanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama agar anak-anak terdampak bencana tidak kehilangan hak belajar dalam waktu lama.

“Di Aceh, sekitar 65 persen sekolah sudah disiapkan untuk kembali beroperasi melalui pembersihan dan revitalisasi fasilitas. Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kesiapan operasional sekolah telah mendekati 90 persen. Pemerintah berkomitmen memulai kembali proses belajar mengajar formal pada Januari 2026,” ujar Pratikno dalam Perkembangan Harian BNPB yang disiarkan langsung dari Aceh, Kamis (25/12).

Ia menjelaskan, satu bulan pascabencana banjir dan longsor, pemerintah bersama pemerintah daerah dan relawan terus mempercepat pemulihan layanan dasar, termasuk pendidikan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Proses penyiapan sekolah meliputi pembersihan ruang kelas dari lumpur dan material banjir, penataan kembali lingkungan belajar, serta perbaikan sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan.

Namun demikian, Pratikno mengakui sejumlah sekolah di wilayah terdampak masih membutuhkan waktu tambahan untuk perbaikan.

Hal itu dilakukan guna memastikan bangunan dan lingkungan sekolah benar-benar aman sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.

“Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Sekolah yang belum memenuhi standar keamanan tidak akan dipaksakan untuk dibuka,” tegasnya. (Rel)

Editor : Editor Satu
#Sekolah Terdampak Banjir #pemulihan pendidikan