SIANTAR, METRODAILY - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar mencatat berbagai capaian signifikan dalam pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sepanjang tahun 2025. Mulai dari pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat hingga pemberantasan.
Pada tahun anggaran 2025, BNN Kota Pematangsiantar mengelola pagu anggaran sebesar Rp2,14 miliar dengan realisasi Rp1,90 miliar atau 88,90 persen. Penyerapan anggaran yang belum maksimal disebabkan adanya pemblokiran anggaran sebesar Rp183,27 juta sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat dan daerah.
"Efisiensi anggaran tidak menjadi hambatan bagi kami untuk tetap bekerja maksimal. Fokus utama BNN adalah melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba,” kata Kepala BNN Kota Pematangsiantar Mushab Aulia Arief Hasibuan pada kegiatan press release, Selasa (23/12).
Pada tahun anggaran 2025, BNN Kota Pematangsiantar mengelola pagu anggaran sebesar Rp2,14 miliar dengan realisasi Rp1,90 miliar atau 88,90 persen. Penyerapan anggaran yang belum maksimal disebabkan adanya pemblokiran anggaran sebesar Rp183,27 juta sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat dan daerah.
Dijelaskan Mushab, dalam upaya memperkuat sinergi, BNN Kota Pematangsiantar menjalin kerja sama lintas sektor dengan instansi pemerintah, swasta, dan komponen masyarakat dalam bidang rehabilitasi, deteksi dini, pemusnahan limbah klinik, pelatihan pascarehabilitasi, serta penyebarluasan informasi P4GN.
Di bidang rehabilitasi, BNN Kota Pematangsiantar mencatat pelayanan 1.520 orang SKHPN PNBP, melampaui target 1.500 orang. Selain itu, terdapat 96 klien rawat jalan, 55 klien rujukan rawat inap, serta 30 klien pascarehabilitasi. Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) juga telah berjalan di Kelurahan Suka Raja.
Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Kota Pematangsiantar mencapai skor 3,03 dengan kategori Tanggap, sedangkan Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) berada pada angka 3,63 dengan predikat Sangat Mandiri.
Program Desa Bersinar dilaksanakan di Kelurahan Sukadame, dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengukuran Indeks Ketahanan Diri Remaja (DEKTARI) menunjukkan skor 64,37 dengan klasifikasi Sangat Tinggi.
Pada bidang pemberantasan, BNN Kota Pematangsiantar melaksanakan TAT terhadap 158 orang, melampaui target 90 orang, serta menggelar razia dan grebek sarang narkoba sebagai bagian dari upaya penegakan hukum.(ros)
Editor : Metro-Esa