Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rapat Warga Ricuh, Kapolsek Bangun Lepaskan Dua Tembakan Peringatan

Editor Satu • Rabu, 24 Desember 2025 | 10:50 WIB

Kapolsek Bangun AKP R Simarmata saat mengendalikan situasi dan melepaskan tembakan peringatan di Kantor Pangulu Nagori Rambung Merah, Simalungun.
Kapolsek Bangun AKP R Simarmata saat mengendalikan situasi dan melepaskan tembakan peringatan di Kantor Pangulu Nagori Rambung Merah, Simalungun.

Di Kantor Pangulu Rambung Merah

SIMALUNGUN, METRODAILY – Kapolsek Bangun AKP R Simarmata melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara saat rapat warga di Kantor Pangulu Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Senin (22/12/2025).

Tindakan tersebut dilakukan setelah rapat berlangsung ricuh dan massa nyaris tidak terkendali.

Kericuhan dipicu dugaan pemukulan terhadap seorang warga oleh anak Pangulu Nagori Rambung Merah. Insiden itu memancing emosi warga yang hadir dalam rapat, sehingga situasi memanas dan berpotensi berujung anarkis.

Baca Juga: Banjir Serbelawan: Pemkab Simalungun Akui Belum Miliki Kajian Penanganan Tepat

Rapat tersebut digelar dengan agenda pembahasan pemulihan fasilitas umum, khususnya Lapangan Sepak Bola Rambung Merah.

Kegiatan dihadiri Camat Siantar M Iqbal, Pangulu Nagori Rambung Merah Tumpal Sitorus, Kapolsek Bangun AKP R Simarmata, serta perwakilan masyarakat dan pemuda nagori.

Awalnya, rapat berlangsung kondusif. Namun situasi berubah ketika seorang warga berinisial DP, yang mengaku datang atas undangan penyelenggara rapat, tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan. DP mengaku justru mengalami kekerasan fisik.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisata Nataru, Bupati Anton Pantau Pos Pam Parapat dan Pelabuhan Tigaras

“Kami datang memenuhi undangan dan membawa aspirasi agar lapangan bola dikembalikan fungsinya untuk kepentingan umum dan olahraga. Tapi saat hendak masuk, kami dihalangi dan saya dipukul anak pangulu,” ujar DP di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut disaksikan warga lain yang hadir. Massa yang diperkirakan hampir 200 orang kemudian tersulut emosi dan nyaris melakukan tindakan anarkis.

Untuk meredam situasi, Kapolsek Bangun AKP R Simarmata mengambil tindakan tegas dengan melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara.

Baca Juga: David Neres Menawan di Piala Super Italia: Borong 3 Gol, Antar Napoli Juara

“Tembakan peringatan kami lakukan karena sudah terjadi pemukulan dan massa mulai tidak terkendali. Langkah ini diambil agar tidak ada korban jiwa dan situasi bisa dikendalikan,” tegas Simarmata.

Usai tembakan peringatan, aparat kepolisian segera mengamankan DP serta terduga pelaku pemukulan. Kericuhan berhasil diredam, meski rapat tidak dapat dilanjutkan. Pangulu Nagori Rambung Merah dilaporkan meninggalkan lokasi setelah insiden tersebut.

Sementara itu, Maujana Nagori Rambung Merah Buyung Irawan Tanjung menegaskan bahwa kehadiran warga dalam rapat tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Setiap pembangunan di fasilitas strategis nagori seharusnya melalui musyawarah nagori dan ditetapkan dalam peraturan desa, bukan dilakukan sepihak tanpa musyawarah,” ujarnya. (net)

Editor : Editor Satu
#tembakan peringatan #rapat #Kapolsek Bangun