Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Serbelawan: Pemkab Simalungun Akui Belum Miliki Kajian Penanganan Tepat

Editor Satu • Rabu, 24 Desember 2025 | 10:30 WIB
Rapat koordinasi penanganan banjir Serbelawan yang digelar Pemkab Simalungun bersama tim konsultan Universitas Sumatera Utara di Kantor Bupati Simalungun.
Rapat koordinasi penanganan banjir Serbelawan yang digelar Pemkab Simalungun bersama tim konsultan Universitas Sumatera Utara di Kantor Bupati Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Penanganan banjir yang kerap melanda Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, hingga kini belum memiliki kajian yang benar-benar tepat sebagai dasar penyelesaiannya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun masih terus mencari formulasi penanganan banjir yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir Serbelawan yang digelar Pemkab Simalungun di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Senin (22/12/2025).

Rakor ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) di Serbelawan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisata Nataru, Bupati Anton Pantau Pos Pam Parapat dan Pelabuhan Tigaras

Rakor dipimpin Bupati Simalungun yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora.

Dalam sambutannya, Mixnon menjelaskan bahwa pada rapat sebelumnya, Pemkab Simalungun telah mencoba mengurai persoalan banjir dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk upaya penyekatan aliran air di wilayah hulu agar tidak masuk ke kawasan pasar bawah Serbelawan. Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi banjir secara optimal.

“Permasalahan banjir di Serbelawan selama ini belum pernah tuntas karena belum adanya kajian yang tepat sebagai landasan penanganan,” ujar Mixnon.

Ia berharap paparan dan rekomendasi dari konsultan yang berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU) dapat menjadi dasar penyusunan langkah penanggulangan banjir secara komprehensif, dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah nagori, PT Bridgestone, PTPN, hingga instansi terkait lainnya.

Baca Juga: David Neres Menawan di Piala Super Italia: Borong 3 Gol, Antar Napoli Juara

Menurut Mixnon, meskipun kajian membutuhkan waktu, yang terpenting adalah hasilnya jelas, terarah, dan tidak menimbulkan persoalan baru. Prinsip penanganan yang dipegang adalah “mengatasi masalah tanpa menciptakan masalah baru”.

Mixnon menegaskan, penanganan banjir Serbelawan harus melibatkan lintas sektor, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, para camat, dan pemerintah nagori.

Kajian juga akan mencakup persoalan pengelolaan sampah, termasuk penentuan lokasi Tempat Penampungan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), agar tidak memperburuk kondisi banjir.

Selain itu, normalisasi Sungai Sikkam menjadi perhatian serius. Sungai tersebut disebut belum pernah dinormalisasi selama puluhan tahun.

Baca Juga: Napoli Akhirnya Berpesta di Arab Saudi, Neres Jadi Pahlawan

Karena kewenangan normalisasi berada di Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemkab Simalungun akan menyurati BWS secara resmi. Jika diperlukan, surat tersebut akan diteruskan hingga ke tingkat kementerian agar titik-titik kritis segera ditangani.

Dalam rakor tersebut, Tim Lembaga Penelitian USU yang ditunjuk sebagai konsultan penanganan banjir Serbelawan memaparkan hasil kajian awal. Perwakilan tim, Ivan Indrawan, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi setiap tahun membutuhkan program penanganan yang efektif dan mendesak.

Menurut Ivan, penanggulangan banjir harus dilakukan secara terpadu melalui analisis kondisi eksisting, survei lapangan, kajian pola aliran air limpasan, serta penyusunan langkah-langkah teknis yang tepat.

Baca Juga: Napoli Juara Piala Super Italia 2025! Bungkam Bologna 2-0 di Final

Sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain konservasi embung di alur limpasan kebun Bridgestone untuk menahan debit puncak, pembangunan longstorage di parit batas kebun, sumur resapan di kawasan permukiman Dolok Maraja, serta rorak di area kebun Pondok Baru Dolok Silangit guna meningkatkan daya resap air.

Selain itu, disarankan pembangunan diversion atau sudetan, yakni sudetan D1 dari parit batas kebun menuju Sungai Pagurawan dan sudetan D2 dari Dolok Silangit menuju sungai mati di sisi barat, untuk membagi debit aliran air.

Rekomendasi lainnya meliputi normalisasi parit perbatasan kebun hingga Sungai Pagurawan, normalisasi sungai mati untuk meningkatkan kapasitas aliran, perbaikan sistem drainase permukiman Dolok Maraja, peningkatan kapasitas box culvert di jalan lintas Dolok Ulu dan Dolok Batu Silangit, serta perbaikan bendungan dan pintu air PLTA PTPN IV serta pintu air irigasi guna melancarkan aliran Sungai Baskam.

Baca Juga: Harry Kane Cetak Rekor Bersejarah di Bundesliga, Tutup 2025 dengan 100 Kontribusi Gol

Rakor ditutup dengan sesi diskusi yang dipandu Sekda Mixnon. Hasil rapat menyepakati bahwa pada Januari 2026 akan dibentuk sejumlah tim teknis yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai sektor utama penanganan banjir. (rel/esa)

Editor : Editor Satu
#banjir serbelawan #sungai sikkam #pemkab simalungun