Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Nilai TKA 2025 SMA/SMK Jeblok: Bahasa Inggris dan Matematika Jadi Sorotan

Editor Satu • Rabu, 24 Desember 2025 | 09:00 WIB
Siswa mengecek hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 jenjang SMA/SMK di salah satu sekolah. Nilai Bahasa Inggris dan Matematika menjadi sorotan.
Siswa mengecek hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 jenjang SMA/SMK di salah satu sekolah. Nilai Bahasa Inggris dan Matematika menjadi sorotan.

JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA/SMK sederajat.

Hasilnya menunjukkan nilai rata-rata beberapa mata pelajaran wajib jeblok, terutama Bahasa Inggris dan Matematika.

Berdasarkan data resmi, rerata nilai Bahasa Indonesia mencapai 55,38, Matematika Wajib 36,10, dan Bahasa Inggris 24,93 (skala 0–100). Rerata nilai Matematika Lanjut sedikit lebih tinggi, yaitu 39,32.

Sementara mata pelajaran pilihan seperti Bahasa Arab (64,97), Bahasa Jepang (55,21), dan Bahasa Mandarin (57,66), menunjukkan skor lebih baik dibanding mapel wajib.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan hasil TKA digunakan sebagai acuan perbaikan mutu pendidikan, bukan penentu kelulusan.

“Kita harapkan kebijakan pemerintah daerah dapat berpijak pada hasil tes ini. Ini disebut evidence-based policy, kebijakan berbasis bukti dan data,” kata Mu’ti saat paparan hasil TKA di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (22/12).

Menurut Mu’ti, TKA berfungsi sebagai assessment as learning, sementara kelulusan tetap ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan melalui ujian internal.

Hasil TKA juga menjadi pertimbangan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi jalur prestasi.

Penyebab Nilai Rendah

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan rendahnya nilai Bahasa Inggris disebabkan bentuk soal yang naratif dan deskriptif, dengan bacaan inferensial yang memerlukan pemahaman menyeluruh dari awal hingga akhir paragraf.

“Kalau ditanya kalimat pokok atau pesan paragraf pertama relatif cukup baik. Tapi untuk mengevaluasi, merefleksi, menilai kesahihan informasi, siswa kesulitan,” jelas Rahmawati.

Kesulitan lain muncul dari soal non-teks seperti infografis dan gambar.

Temuan Pelanggaran

Kepala BKSAP, Toni Toharudin, menyebut pihaknya menindak 11 pelanggaran selama TKA 3–6 November 2025, melibatkan peserta, pengawas, dan tenaga teknis.

Sanksi diberikan mulai peringatan, pembatalan ujian, hingga nilai nol. Upaya penyebaran soal melalui TikTok tak memengaruhi hasil gelombang kedua.

Skoring TKA menggunakan Item Response Theory (IRT) dengan model dua logistik parameter, yang mempertimbangkan jumlah jawaban benar, tingkat kesulitan, dan daya beda setiap soal, sehingga hasil lebih adil dan informatif.

Penyerahan Nilai ke MRPTNI

Nilai TKA rencananya diserahkan ke Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) pada 23 Desember 2025, sebagai validator nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pendaftaran SNBP dibuka 3 Februari 2026.

“Persentase penggunaan nilai TKA untuk SNPMB diserahkan ke pihak PTN dan MRPTNI. Proporsinya bukan ranah kami,” ujar Toni Toharudin.

Kemendikdasmen memastikan TKA untuk SD kelas VI dan SMP kelas IX tetap sesuai jadwal pada 2026, dengan simulasi dan gladi bersih sebelum pelaksanaan ujian, serta ujian susulan bagi siswa yang berhalangan hadir.

Hasil TKA juga disinergikan untuk jalur prestasi penerimaan murid baru (SPMB) 2026, dengan regulasi turunan dari Permen SPMB terkait pemanfaatannya. (jp)

Editor : Editor Satu
#nilai matematika TKA SMA jeblok #Tes Kemampuan Akademik #TKA SMA 2025