Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Menembus Jalan Terjal Madina, Pendamping Koperasi Hadapi Medan Ekstrem Demi Desa Terpencil

Editor Satu • Selasa, 23 Desember 2025 | 13:50 WIB

 

Mora Sofyan Lubis, Business Assistant Koperasi di Mandailing Natal, saat melakukan pendampingan koperasi di desa terpencil dengan akses jalan ekstrem.
Mora Sofyan Lubis, Business Assistant Koperasi di Mandailing Natal, saat melakukan pendampingan koperasi di desa terpencil dengan akses jalan ekstrem.

MADINA, METRODAILY — Medan berat dan akses terbatas menjadi tantangan harian yang dihadapi Mora Sofyan Lubis, Petugas Business Assistant (BA) Koperasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Ia bertugas mendampingi koperasi di desa-desa terpencil yang sebagian hanya bisa dijangkau dengan perjalanan berjam-jam menggunakan sepeda motor, bahkan harus memutar lintas provinsi.

Mora Sofyan merupakan satu dari 40 BA Koperasi yang ditugaskan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendampingi 404 desa dan kelurahan di 23 kecamatan se-Madina, berdasarkan Surat Keputusan Kemenkop yang ditetapkan Oktober lalu.

Baca Juga: Pasokan Air Tapsel–Psp Berangsur Normal, Jaringan Tirtanadi Pulih 85 Persen

Sebagai BA Koperasi, Mora Sofyan memikul peran strategis dalam memperkuat kelembagaan dan usaha koperasi.

Tugasnya mencakup pendampingan penyusunan rencana bisnis, pembenahan manajemen dan administrasi, peningkatan kapasitas pengurus, fasilitasi akses permodalan dan kemitraan, hingga monitoring serta pelaporan perkembangan koperasi binaan.

Lulusan Sarjana Ilmu Politik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta ini berdomisili di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur.

Ia membina 10 desa, yakni tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Muara Sipongi—Kelurahan Muara Sipongi, Koto Baringin, Tanjung Alai, Tanjung Larangan, Simpang Mandepo, Ranjo Batu, dan Limau Manis—serta tiga desa di Kecamatan Pakantan, yakni Huta Gambir, Pakantan Lombang, dan Silogun.

Baca Juga: Bandar Narkoba Pemicu Pembakaran Polsek Muara Batang Gadis, Ditangkap

Untuk mencapai wilayah dampingan, Mora Sofyan harus menempuh perjalanan hingga empat jam sekali jalan. Kondisi paling ekstrem ditemui saat menuju Desa Silogun. Akses dari Kecamatan Pakantan tidak dapat dilalui, bahkan dengan berjalan kaki, sehingga ia harus memutar melalui wilayah Sumatera Barat.

“Biasanya berangkat pukul 07.00 WIB. Medannya berat, sering hujan, pulang malam, dan kendaraan kerap rusak di jalan,” ujar Mora Sofyan, Sabtu (20/12).

Ia mengakui tidak memiliki pilihan terkait lokasi penugasan karena seluruh wilayah dampingan telah ditentukan pemerintah. Meski jarak jauh dan medan sulit, Mora Sofyan menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah pendampingan secara maksimal.

Baca Juga: Socfindo Aek Pamienke Sunat Massal, Wakil Bupati Labura Turun Langsung

Selain tantangan geografis, ia juga menghadapi persoalan sosial, mulai dari perbedaan bahasa daerah, rendahnya respons sebagian pengurus koperasi, hingga masih kuatnya anggapan bahwa koperasi semata-mata lembaga simpan pinjam, bukan koperasi berbasis kewirausahaan.

“Kondisi terberat memang di Silogun. Jalan sangat terjal dan ekstrem, sehingga pendampingan tidak bisa dilakukan setiap saat,” katanya.

Meski demikian, Mora Sofyan mengaku tidak pernah terpikir untuk menyerah. Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas di wilayah terpencil tersebut.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Reza Pahlevi Nahkodai Birokrasi Labusel

Ia menilai pembangunan akses jalan dari Pakantan maupun dari Limau Manis, Muara Sipongi menuju Desa Silogun merupakan kebutuhan mendesak agar desa tidak terus terisolasi dan koperasi dapat berkembang secara optimal.

“Jika suatu hari akses jalan dan koperasi sudah maju, saya berharap pengurus koperasi menjaga transparansi dan profesionalisme agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Kepada generasi muda, Mora Sofyan berpesan agar tidak ragu mengabdikan diri di desa.

“Jangan pernah lelah berbuat baik. Kerja-kerja pengabdian tidak akan mengkhianati hasil,” pungkasnya. (ant)

Editor : Editor Satu
#desa terpencil #pendamping koperasi