TAPTENG, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Selain pendistribusian logistik, penambahan alat berat dilakukan untuk menormalkan lingkungan dan memulihkan aktivitas masyarakat terdampak.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor, lumpur, serta gelondongan kayu yang menyumbat aliran sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah banjir susulan.
Baca Juga: Banjir dan Longsor, Pemkab Taput Kebut Pembukaan Akses Jalan Nasional
“Kita saat ini melakukan pengangkatan gelondongan kayu di Sungai Aek Godang agar aliran air bisa kembali normal,” ujar Masinton saat meninjau langsung normalisasi Sungai Aek Godang, Sigotom, Sabtu (20/12/2025).
Masinton menegaskan, percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Ia mengingatkan agar praktik penebangan pohon secara ilegal tidak kembali terjadi karena berpotensi memicu bencana ekologis di kemudian hari.
“Mari saling mendukung untuk percepatan penanganan bencana. Menjaga lingkungan adalah bagian dari upaya pencegahan,” tegasnya.
Baca Juga: Kemenkeu–PT SMI Turun ke Taput, Siapkan Skema Penanganan Banjir dan Longsor
Selain fokus pada normalisasi sungai, Pemkab Tapteng juga menangani pemulihan layanan dasar, khususnya distribusi air bersih. Menurut Masinton, hingga saat ini sekitar 40 persen aliran air bersih di wilayah Pandan telah kembali normal.
“Untuk wilayah yang belum teraliri, kita siapkan mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah daerah memastikan upaya penanganan darurat dan pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap hingga kondisi lingkungan dan kehidupan warga kembali pulih sepenuhnya. (Ztm)