TAPUT, METRODAILY — Pemerintah pusat mulai menggerakkan dukungan fiskal untuk penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.
Kamis, 18 Desember 2025, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menerima kunjungan lapangan Tim Kementerian Keuangan RI dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Kantor Bupati, Tarutung.
Rombongan Kementerian Keuangan dipimpin pejabat Direktorat Jenderal Keuangan dan Perimbangan (DJKP), masing-masing Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Adriyanto serta Direktur Dana Transfer Umum Purwanto.
Baca Juga: Bupati Taput Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Purbatua
Sementara dari PT SMI hadir Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek Faris Pranawa bersama jajaran.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah pusat ingin memastikan penanganan banjir dan longsor di Taput berjalan terkoordinasi, sekaligus membuka ruang dukungan kebijakan fiskal dan skema pembiayaan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jonius menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk menjalankan penanganan darurat hingga rekonstruksi secara terukur dan berkelanjutan.
Ia menyebut kehadiran Kemenkeu dan PT SMI sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria 46 Tahun Terkait Kasus Pencabulan Anak Perempuan di Simalungun
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh melaksanakan penanganan darurat, pemulihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana secara terencana dan terkoordinasi,” ujar Jonius.
Dukungan konkret datang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa dana tunai sebesar Rp500 juta.
Dana tersebut telah ditransfer ke rekening donasi penanganan bencana Kabupaten Tapanuli Utara pada 18 Desember 2025 dan akan digunakan untuk mendukung tanggap darurat serta pemulihan masyarakat terdampak.
Baca Juga: Ring Road Saribudolok–Parapat Dibuka, Arus Natal–Tahun Baru Dialihkan dari Simpang Dua Siantar
Selain memaparkan kondisi lapangan, Bupati juga menjelaskan dampak bencana yang masih dihadapi daerah, mulai dari kerusakan infrastruktur, penanganan pengungsi, pemulihan layanan dasar, hingga rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak berat.
Dalam forum yang sama, Pemkab Taput menyampaikan harapan dukungan Kementerian Keuangan RI dan PT SMI terkait restrukturisasi perpanjangan tenor Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ruang fiskal daerah di tengah percepatan pemulihan pascabencana.
Melalui kunjungan lapangan tersebut, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan daerah semakin kuat, sehingga pemulihan pascabencana di Tapanuli Utara dapat berlangsung lebih cepat dan pelayanan publik kembali berjalan optimal. (fm)