Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jalan Poriaha–Rampah Tapteng Kembali Tembus, 27 Titik Longsor Berhasil Dibuka

Editor Satu • Jumat, 19 Desember 2025 | 11:10 WIB

 

Alat berat membuka material longsor di jalan Poriaha–Rampah, Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga akses kembali dapat dilalui kendaraan.
Alat berat membuka material longsor di jalan Poriaha–Rampah, Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga akses kembali dapat dilalui kendaraan.

TAPTENG, METRODAILY – Akses jalan Poriaha–Rampah di Kabupaten Tapanuli Tengah akhirnya kembali dapat dilalui setelah 27 titik longsor akibat bencana banjir dan longsor berhasil dibuka.

Titik longsor terakhir yang berada di Sigarupu, Kecamatan Tapian Nauli, rampung ditangani pada Rabu (17/12/2025).

Pembukaan seluruh titik longsor tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta dan BUMN, yakni PT Khayana Multi Prima, PT PP Tbk, PT Haka, dan PT Wijaya Karya (Wika).

Pelaksana lapangan dari PT Khayana Multi Prima, Raya Butarbutar, mengatakan bahwa pembukaan 27 titik longsor tersebut rampung setelah 12 hari pengerjaan intensif.

“Hari ini, titik terakhir dari total 27 titik longsor telah berhasil kami buka,” ujar Raya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kendaraan berbobot besar belum disarankan melintas di jalur tersebut. Pasalnya, dari 27 titik longsor, terdapat lima titik dengan kerusakan cukup parah.

“Dari lima titik itu, tiga mengalami amblas hingga separuh badan jalan. Dua titik lainnya bahkan amblas hampir 95 persen, yakni di Sibunga-bunga dan Sigarupu, sehingga terpaksa dilakukan alih trase atau pembukaan jalur baru,” jelasnya.

Raya menambahkan, jalur Poriaha–Rampah saat ini baru aman untuk kendaraan pribadi, sementara kendaraan besar seperti truk dan cold diesel masih berisiko melintas.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melintasi jalur ini saat hujan, karena lima titik tersebut masih membutuhkan penanganan lanjutan dan berpotensi membahayakan,” tegasnya.

Menurut Raya, percepatan pembukaan akses jalan ini menjadi prioritas utama mengingat ratusan warga di sepanjang jalur Poriaha–Rampah sempat terisolasi hingga 22 hari pascabencana.

Akibat terputusnya akses, aktivitas ekonomi warga lumpuh. Hasil kebun tidak dapat dijual, pasokan bahan makanan tersendat, serta anak-anak terpaksa tidak bersekolah.

“Yang kami pikirkan adalah warga. Sudah lebih dua minggu mereka terisolasi. Bantuan tidak bisa masuk, hasil kebun tidak bisa dijual, anak-anak tidak sekolah. Itu yang mendorong kami mengebut pengerjaan,” ungkap Raya.

Warga setempat pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PU dan perusahaan mitra atas dibukanya kembali akses jalan tersebut.

“Terima kasih kepada Kementerian PU dan PT Khayana, PT PP Tbk, PT Haka, dan PT Wika. Sekarang kendaraan sudah bisa lewat dan anak-anak kami sudah bisa kembali ke sekolah,” ujar salah seorang warga Sigarupu.

Sebelumnya, akses jalan dari Rampah menuju Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, telah lebih dulu dibuka sekitar sepekan lalu. Dengan terbukanya jalur Poriaha–Rampah, akses Sibolga–Tarutung kini kembali tersambung.

Sebelum jalur ini dibuka, kendaraan menuju Tarutung, Siborongborong, Balige, Parapat, hingga Medan harus memutar melalui jalur Barus–Pakkat atau Barus–Subulussalam (Aceh), yang menyebabkan kenaikan signifikan harga bahan pokok.

Dengan normalnya kembali jalur Sibolga–Tarutung, diharapkan distribusi logistik kembali lancar dan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru dapat kembali stabil. (ts)

 

Editor : Editor Satu
#titik longsor #longsor Tapanuli Tengah #akses sibolga taput