TAPSEL, METRODAILY – Warga Desa Perkebunan I, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), diteror harimau Sumatra pasca bencana banjir dan longsor.
Harimau dilaporkan datang bersama anaknya, berkeliaran di perkebunan hingga mendekati permukiman warga.
Kepala Desa Perkebunan I, Julianto, Selasa (16/12), menyebut kemunculan satwa dilindungi itu mulai terlihat sejak Kamis (11/12) sore. “Induk harimau bersama anaknya terlihat di areal perkebunan hingga mendekati rumah warga,” kata Julianto.
Seorang warga, Irfan, mengaku sempat melihat langsung induk harimau beserta anaknya saat berada di kebun. Merasa terancam, ia segera menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian kepada warga lain.
Pada Sabtu hingga Minggu, harimau kembali terlihat berkeliaran hingga ke jalan raya pada malam hari.
Jejak kaki yang diduga milik harimau bahkan terlihat jelas di halaman rumah warga. Warga menduga kemunculan satwa ini akibat habitatnya terganggu pascabencana, sehingga turun ke pemukiman untuk mencari mangsa.
Julianto menambahkan, kemunculan harimau di wilayah ini bukan kali pertama. Beberapa tahun lalu, harimau sempat memangsa ternak sapi milik warga setempat.
Selain warga, sejumlah pekerja proyek pemerintah juga mengaku melihat keberadaan induk harimau dan anaknya di sekitar lokasi pekerjaan.
Pemerintah desa telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun pada siang hari, serta menghindari bepergian sendirian pada malam hari sambil menunggu penanganan dari pihak terkait.
Pihak BKSDA Sipirok, Manogor, meminta warga untuk memberikan titik koordinat lokasi kemunculan satwa liar dan mengarahkan konfirmasi ke Humas BBKSDA Sumut. (Ant)
Editor : Editor Satu