JAKARTA, METRODAILY – Bareskrim Polri hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus temuan kayu gelondongan yang tersapu banjir di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara.
Proses penyelidikan masih terus berjalan dengan memeriksa saksi dan keterangan ahli.
“Belum ditetapkan tersangka,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni kepada wartawan, Senin (15/12/2025).
Irhamni menyebutkan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa 17 orang saksi terkait kasus tersebut. Selain itu, Bareskrim juga melibatkan sejumlah ahli untuk memperkuat proses penyelidikan.
“Masih periksa ahli,” katanya singkat, tanpa merinci latar belakang maupun bidang keahlian para ahli yang dimintai keterangan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa Polri telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus di wilayah Tapanuli untuk menangani dugaan pembalakan liar yang diduga berkaitan dengan banyaknya kayu gelondongan terbawa arus banjir, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Kami bentuk Satgas di Tapanuli. Kemarin kita sudah naikkan ke tahap penyidikan. Tersangka juga sudah kita temukan,” ujar Sigit, dikutip Jumat (12/12/2025).
Menurut Sigit, peningkatan status penanganan perkara ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Tim Satgas diminta bekerja cepat dan transparan agar hasil penanganan dapat segera diketahui publik.
“Tim semua saya minta bekerja dan segera di-publish sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi,” tegas Sigit.
Sehari sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga meninjau langsung lokasi terdampak banjir. Ia menilai aktivitas pembalakan liar menjadi salah satu faktor yang memperburuk risiko banjir di sejumlah daerah di Sumatera.
Selain kasus di Tapanuli, Polri juga menangani dugaan pembalakan hutan di wilayah Aceh Tamiang.
Namun, Kapolri belum membeberkan detail penanganannya karena masih menunggu laporan resmi dari tim di lapangan.
“Tim sedang turun. Biar tim yang menjelaskan nanti karena Satgas sedang bekerja,” ujarnya.
Menhut Janji Usut Tuntas
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas asal-usul kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
“Kementerian Kehutanan berkomitmen melakukan investigasi secara tuntas terhadap material kayu yang terbawa arus banjir,” kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Ia mengungkapkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Kementerian Kehutanan, antara lain membentuk tim kerja bersama Polri berdasarkan nota kesepahaman (MoU) untuk menginvestigasi asal kayu gelondongan tersebut.
Selain itu, Kementerian Kehutanan juga melakukan penelusuran daerah aliran sungai (DAS) menggunakan drone serta memanfaatkan aplikasi Android Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) untuk mengidentifikasi jenis kayu.
Raja Juli juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto saat menunjuknya sebagai Menteri Kehutanan di Kabinet Merah Putih.
“Perintah Bapak Presiden kepada saya ada dua: jaga hutan, dan berani,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kementerian Kehutanan akan terus menjaga hutan Indonesia dan menindak tegas praktik pembalakan liar. (net)
Editor : Editor Satu