Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Akses Transportasi Lumpuh Dua Pekan, Polisi Antar Anak Sekolah di Pengungsian Tapsel

Editor Satu • Kamis, 18 Desember 2025 | 04:46 WIB
Personel Polda Sumatera Utara mengantar anak-anak sekolah dari lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapsel, menggunakan mobil dinas pascabanjir dan longsor.
Personel Polda Sumatera Utara mengantar anak-anak sekolah dari lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapsel, menggunakan mobil dinas pascabanjir dan longsor.

TAPSEL, METRODAILY – Dua pekan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, akses transportasi di sejumlah wilayah belum pulih sepenuhnya.

Kerusakan jalan dan jembatan, ditambah belum beroperasinya angkutan umum, membuat aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah di lokasi pengungsian.

Kondisi tersebut mendorong Polda Sumatera Utara mengambil langkah konkret dengan mengerahkan mobil dinas untuk mengantar dan menjemput siswa yang terdampak bencana.

Upaya ini dilakukan di lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru.

Sebanyak empat personel kepolisian disiagakan setiap hari sejak pukul 06.30 WIB untuk memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah.

Mereka mengantar siswa dari Desa Huta Godang menuju Desa Anggoli, serta siswa yang bersekolah ke arah Batang Toru, termasuk ke SMP Negeri 2 Batang Toru.

“Kami menyiapkan personel untuk mengantar dan menjemput anak-anak sekolah di pengungsian agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski akses transportasi belum normal,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/12/2025).

Selain layanan antar-jemput siswa, personel kepolisian juga setiap hari membantu warga menyeberangi jembatan kayu sementara yang dibangun pascabanjir bandang.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses warga untuk beraktivitas karena jembatan permanen rusak akibat terjangan banjir dan longsor.

“Langkah ini dilakukan demi memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan tepat waktu, sekaligus mempermudah akses masyarakat untuk beraktivitas,” kata Ferry.

Ia menegaskan, dalam penanganan bencana, kepolisian tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada upaya memastikan roda kehidupan masyarakat tetap berjalan.

“Kami berharap kehadiran personel di lapangan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat yang terdampak. Kami akan terus mendampingi hingga kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.

Sebelumnya, banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Tapsel sejak Senin (24/11/2025).

Berdasarkan data sementara BPBD Sumatera Utara, bencana tersebut mengakibatkan 86 orang meninggal dunia, 30 orang dilaporkan hilang, serta 2.189 orang mengalami luka-luka. (net) 

Editor : Editor Satu
#polda sumut #anak pengungsi #Banjir Tapsel