TAPSEL, METRODAILY - Bencana banjir bandang sungai Aek Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Selasa (25/11/2025) lalu, selain menelan korban jiwa, juga telah melumpuhkan berbagai fasilitas dan akses vital, termasuk telekomunikasi.
Terputusnya jalan, jaringan listrik dan berbagai jaringan telekomunikasi, menjadi tantangan tersendiri bagi konten kreator dalam mengabarkan situasi terkini sejumlah desa yang terdampak banjir di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah ini.
“Jadi, sejak banjir itu. Semua kacau, akses jalan terputus-putus, listrik padam, BBM nggak ada, sinyal telepon seluler hanya di titik tertentu yang ada,” terang Muhammad Amru, seorang konten kreator cum jurnalis yang berada di Batangtoru sejak hari kedua.
Amru bergabung bersama beberapa wartawan. Hari pertama pasca bencana, ia bergerak dari Kota Padangsidimpuan. Jarak ke Batangtoru hanya 32 kilometer. Namun, hari itu banyak lokasi longsor sepanjang perjalanan, juga menimbulkan korban jiwa.
Sampai di Batangtoru, Amru hanya sampai di Desa Aek Ngadol Sitinjak. Karena akses ke Desa Garoga masih tertahan material kayu dan lumpur, setelah banjir besar itu terjadi. Garoga merupakan desa paling parah, bahkan rumah 245 kepala keluarga, nyaris semua telah rata dengan tanah dan sungai.
“Dan orang-orang desa ini yang berada di luar daerah, sangat membutuhkan informasi bagaimana kondisi keluarganya. Apalagi banyak yang masih hilang,” cerita Amru.
Amru kemudian menghimpun informasi. Kemudian data-data korban sementara dari lapangan dan puskesmas. Kemudian melaporkan dalam bentuk konten berita di media sosial, juga media massa.
“Tapi, karena Indosat dan Tri bagus saat itu di beberapa titik. Kita bisa segera update informasi, dan kawan-kawan banyak yang numpang hostpot dalam mengirim berita,” ulasnya.
Amru, dan beberapa wartawan lokal masih tetap berada di Kecamatan Batangtoru hingga hari ini, Senin (15/12/2025). 3 pekan pasca bencana, perlahan pemulihan dilakukan. Seiring itu, sinyal telepon seluler tidak tersekat-sekat dan lebih mudah mengabarkan informasi.
Kemudian, ia dan wartawan lainnya juga mendapat kemudahan dalam kuota internet dari Indosat dengan Tri Peduli Sumatra. Ada bonus internet gratis 5 gigabyte, telepon dan sms.
“Selain bagi kita, paket gratis itu sangat membantu juga bagi pengungsi. Akses komunikasi ini sangat berarti, apalagi bagi korban selamat. Mereka bisa telepon keluarga di luar daerah, sekadar mengabarkan bahwa mereka selamat, atau sebaliknya,” ungkap Amru. (Mea/san)
Editor : Editor Satu