MEDAN, METRODAILY – Di tengah bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan infrastruktur di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, kru lapangan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berjibaku memulihkan jaringan telekomunikasi agar masyarakat tetap terhubung.
Di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, banjir bandang memutus jalur fiber optik utama.
"Beberapa hari setelah bencana pertama, kru Indosat sempat menggelar kembali kabel fiber sepanjang 250 meter untuk memulihkan layanan. Namun banjir susulan kembali datang dan menghanyutkan kabel beserta tiang penyangganya," kata EVP Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, didampingi VP Head of Technology Sumatera Irvan Kurniawan dan VP Head of Branding and Communication Sembodo Budiharto, kepada wartawan di Medan, Selasa (16/12/2025).
“Medan yang dihadapi terdampak parah. Akses jalan terputus, listrik padam, dan pasokan BBM terbatas. Namun pemulihan jaringan tetap menjadi prioritas,” lanjutnya.
Aceh: Angkut Jeriken BBM Tengah Malam
Sementara di Aceh Tamiang, tantangan berbeda dihadapi kru Indosat. Seluruh pasokan listrik dari PLN sempat padam total, membuat generator menjadi satu-satunya sumber daya untuk menghidupkan site jaringan.
Dalam kondisi BBM langka, kru Indosat mengangkut BBM menggunakan jeriken di tengah malam, menembus medan gelap dan berlumpur demi menjaga sinyal di site tetap aktif pascapadamnya listrik.
“Dalam situasi darurat, kebutuhan pelanggan menjadi prioritas utama. Yang terpenting masyarakat masih bisa berkomunikasi, meskipun dengan kapasitas terbatas,” kata Agus.
Langkah tersebut membuat jaringan Indosat menjadi salah satu yang lebih awal kembali aktif di Aceh Tamiang, meski pemulihan penuh masih dilakukan secara bertahap.
Pemulihan Jaringan Capai 96 Persen di Sumut
Hingga pertengahan Desember 2025, Indosat mencatat progres pemulihan jaringan sebagai berikut:
- Sumatera Barat: 99 persen dari 1.101 site berhasil dipulihkan
- Sumatera Utara: 96 persen jaringan di wilayah terdampak kembali aktif
- Aceh: sekitar 40 persen pulih dan terus meningkat, terkendala listrik dan BBM
Khusus di Sibolga, pemulihan jaringan telah melampaui 60 persen. Sementara di wilayah Tapanuli, proses pemulihan masih menghadapi kendala putusnya jalur fiber akibat jembatan roboh dan banjir berulang.
Indosat menargetkan pemulihan minimal satu site aktif setiap 24 jam di wilayah terdampak, seiring dengan membaiknya akses dan infrastruktur dasar.
4 Posko Siaga dan 123 Titik Prioritas Nataru
Menghadapi lonjakan trafik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Indosat membentuk empat posko pemantauan jaringan di Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Lampung.
Sebanyak 123 Point of Interest (POI) dioptimalkan, meliputi bandara, terminal, jalur mudik, fasilitas publik, serta kawasan terdampak bencana. Pemantauan juga dilakukan di lebih dari 1.082 kilometer jalur utama dan 860 kilometer jalan penghubung antardaerah.
Paket Khusus Bencana
Untuk membantu pelanggan di wilayah terdampak, Indosat menyalurkan paket khusus bencana berupa kuota data 5 GB untuk seluruh pelanggan di daerah terdampak bencana, layanan panggilan dan SMS lintas operator secara gratis.
Program ini ditujukan agar pelanggan tetap dapat terhubung dengan keluarga dan layanan darurat selama masa pemulihan.
“Fokus kami saat ini bukan menghitung kerugian, melainkan memastikan jaringan kembali hidup dan masyarakat bisa berkomunikasi,” kata Agus. (Mea)