SIANTAR, METRODAILY - Perayaan Natal Keluarga Besar SMA/SMK/SLB se-Cabdis Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumut berlangsung hikmat dan sukacita, Selasa(16/12/2025) di Aula Nommensen Pematangsiantar.
Ibadah perayaan Natal diawali dengan barisan prosesi dan penyalaan lilin yang diisi dengan bernyanyi, liturgi, koor, vokal solo, vokal group, dan trio.
Perayaan Natal tersebut mengambil thema,"Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,"(Matius 1:21-24) dengan sub thema,"Kemuliaan Natal Menjadi Momentum Bagi Keluarga Besar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara untuk Menghadirkan Kasih Allah Melalui Ketahanan Keluarga Sebagai Dasar Untuk Menghadapi Tantangan Zaman dan Menjadi Berkat Bagi Sesama.
Pdt John Christian Saragih, STh, MSc dalam khotbahnya menyampaikan bahwa Tuhan yang sudah memanggil, memilih dan menetapkan kita semua boleh untuk merayakan perayaan Natal ini.
"Yusuf ini tidak menggunakan otoritas untuk kepentingan dirinya dan kebenaran yang bersifat etis juga rasional. Dalam lingkungan yang diberikan kepada kita sebagai tanggung jawab," kata Ephorus GKPS ini.
Sementara Ketua Panitia Natal, Restar Tambunan mengatakan Natal merupakan sebuah momentum bagi kita untuk mengenang kasih dan karunia yang telah diberikan Tuhan kepada Kita semua. Perayaan Natal tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya Aksi Sosial dengan memberikan bantuan berbagi berkat kepada 5 Panti Asuhan di Lingkungan Kota Pematangiantar dan Kabupaten Simalungun.
Mewakili Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, August Sinaga mengucap syukur atas terselenggaranya Perayaan Natal SMA/SMK/SLB se-Cabang Dinas Wilayah VI. Perayaan Natal ini bisa berjalan baik karena seluruh kepala sekolah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
"Salah satu kebijakan Gubernur Sumut adalah sekolah lima hari, dengan tujuan bagaimana kita mendekatkan siswa dengan keluarga dan lainnya. Salah satu hal yang paling utama adalah bagaimana membentuk karakter. Jadikan momentum perayaan Natal ini menjadi momentum jati diri, perubahan di dalam dunia pendidikan," kata August.(ros)
Editor : Metro-Esa