Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Update Bencana Tapsel: 14 Kecamatan Terdampak, 86 Warga Meninggal dan 30 Masih Hilang

Editor Satu • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:50 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mendampingi jajaran DPP Partai Hanura saat penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor di Tapsel.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mendampingi jajaran DPP Partai Hanura saat penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor di Tapsel.

TAPSEL, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat bencana banjir bandang dan tanah longsor telah berdampak luas di 14 dari 15 kecamatan yang ada.

Dampak bencana tersebut meliputi kerusakan ribuan rumah warga, kegagalan panen ribuan hektare sawah, hingga jatuhnya korban jiwa.

Berdasarkan laporan sementara pemerintah daerah, sekitar 2.000 rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat.

Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Batang Toru dan Garoga, yang juga mengalami longsor di sejumlah titik.

“Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 86 orang, sementara sekitar 30 orang masih dilaporkan hilang oleh keluarga dan masyarakat,” ujar Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu saat diwawancarai wartawan di sela penyerahan bantuan kemanusiaan di Sipirok, Minggu (14/12).

Selain permukiman, sektor pertanian turut terdampak signifikan. Pemerintah daerah mencatat lebih dari 2.500 hektare sawah rusak dan belum dapat ditanami kembali karena membutuhkan proses normalisasi lahan pascabencana.

Akibat bencana tersebut, belasan ribu warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

Pemkab Tapsel menilai, kebutuhan mendesak para korban tidak hanya terbatas pada pemenuhan logistik dasar, tetapi juga mencakup pembangunan kembali rumah warga serta pencarian sumber penghidupan baru bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan Partai Hanura, khususnya dari Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) melalui jajaran pengurus partai di daerah.

“Kehadiran Partai Hanura di tengah masyarakat sudah menjadi penghiburan bagi kami yang sedang berduka. Apalagi disertai dengan bantuan kemanusiaan. Ini menjadi awal untuk bersama-sama memikirkan rehabilitasi dan rekonstruksi Tapsel,” ujarnya.

Pemkab Tapsel berharap ke depan dapat terjalin kerja sama lanjutan dengan berbagai pihak, termasuk Partai Hanura, guna membantu masyarakat memperoleh sumber penghidupan sementara sebelum sektor pertanian kembali normal.

Sementara itu, mewakili Ketua Umum DPP Partai Hanura OSO, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Lili Pintauli Siregar mengatakan, bantuan yang disalurkan untuk wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat memiliki total nilai sekitar Rp1,8 miliar.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. (ant)

Editor : Editor Satu
#korban hilang #pengungsi #Banjir Bandang Tapsel