Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

80 Mahasiswa Miskin Berprestasi Terima Beasiswa dari Pemkab Madina

Editor Satu • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:40 WIB
Mahasiswa penerima manfaat menerima bantuan Beasiswa Mahasiswa Miskin Berprestasi Tahun 2025 dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.
Mahasiswa penerima manfaat menerima bantuan Beasiswa Mahasiswa Miskin Berprestasi Tahun 2025 dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

MADINA, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyerahkan secara simbolis bantuan sosial Beasiswa Mahasiswa Miskin Berprestasi Tahun 2025 kepada 80 mahasiswa penerima manfaat.

Penyerahan beasiswa tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Panyabungan, Senin (15/12/2025).

Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menegaskan, program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan amanat Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan.

“Aset paling berharga Madina bukan hanya kekayaan alamnya, tetapi sumber daya manusianya. Tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan itu tidak akan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Saipullah dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, sejak berpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada 1999 dan memasuki usia 26 tahun, pengelolaan potensi daerah Madina seperti pertambangan, perkebunan, dan pertanian masih belum optimal akibat keterbatasan SDM.

“Kopi Mandailing dikenal dunia, tetapi kita belum mampu memenuhi permintaan pasar global. Banyak potensi justru dikelola pihak luar. Ini yang ingin kita ubah melalui pendidikan,” tegasnya.

Meski di tengah keterbatasan anggaran daerah dan pemangkasan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, Saipullah menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas.

Bahkan, sejumlah pengadaan fasilitas ditunda demi memastikan alokasi anggaran beasiswa tetap tersedia.

Pada 2025, Pemkab Madina mengalokasikan beasiswa bagi 80 mahasiswa dari total 320 pendaftar yang berasal dari 29 perguruan tinggi. Setelah melalui proses verifikasi berkas, hanya 80 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi persyaratan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Madina menjelaskan, dari jumlah tersebut, 50 mahasiswa dinyatakan lulus langsung karena tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, atau kategori keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup keluarga penerima dan memastikan mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Saipullah juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan beasiswa secara bertanggung jawab.

“Jika beasiswa ini tidak digunakan untuk kuliah, akan kami hentikan dan dialihkan kepada yang lain. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar tidak takut bekerja di luar bidang keilmuan dan tidak terjebak pada pola pikir instan.

“Kerja, kerja, kerja. Jangan terlalu memilih di awal. Dari proses itulah sering terbuka pintu-pintu peluang lain,” pesan Atika.

Ia juga mengingatkan generasi muda Madina agar mampu menjadi tuan di daerah sendiri dan tidak sekadar menjadi penonton dalam pengelolaan kekayaan daerah.

Program beasiswa ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Madina dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing, profesional, dan mampu mengelola potensi daerah secara mandiri di masa depan. (ant)

Editor : Editor Satu
#beasiswa #pemkab madina #mahasiswa miskin