Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemulihan Jalur Taput–Sibolga Tersisa 4 Kilometer, Pengerjaan Arah Poriaha Dihentikan

Editor Satu • Selasa, 16 Desember 2025 | 06:39 WIB
Kondisi Jalan Nasional Lintas Sumatra Taput–Sibolga yang terdampak longsor. Proses pemulihan akses masih menyisakan sekitar 4 kilometer.
Kondisi Jalan Nasional Lintas Sumatra Taput–Sibolga yang terdampak longsor. Proses pemulihan akses masih menyisakan sekitar 4 kilometer.

TAPUT, METRODAILY – Pemulihan akses Jalan Nasional Lintas Sumatra yang menghubungkan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah–Sibolga kini menyisakan sekitar 4 kilometer lagi. Namun, pengerjaan jalan ke arah Poriaha sementara dihentikan.

Pj Kepala Desa Simpang Tiga Rampah, Alfredo Banjarnahor, mengatakan penghentian dilakukan karena adanya informasi titik jalan yang terputus akibat longsor.

“Ke arah Poriaha dari Simpang Tiga Rampah, pekerjaan penanganan longsor sedang dihentikan karena informasinya ada titik yang terputus,” kata Alfredo, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, seluruh alat berat yang sebelumnya dikerahkan telah ditarik kembali ke Simpang Tiga Rampah. Hingga kini, pihak desa belum mendapat kepastian terkait kelanjutan penanganan di jalur tersebut.

“Semua alat berat sudah dikembalikan ke Simpang Tiga Rampah. Untuk tindak lanjutnya seperti apa, kami belum mengetahui karena masih menunggu arahan pimpinan,” ujarnya.

Meski demikian, Alfredo memastikan proses pemulihan akses jalan ke arah Sibolga tetap berlanjut, meski belum sepenuhnya tembus hingga Aek Meranti.

“Kalau ke arah Sibolga, kemungkinan masih tersisa sekitar 4 kilometer dari Aek Meranti menuju Sibolga,” katanya.

Sebelumnya, Alfredo menyebutkan bahwa total jalur terdampak longsor dari Taput menuju Sibolga mencapai sekitar 18 kilometer.

Hingga Jumat (12/12/2025), proses pembersihan material longsor telah dikerjakan hingga titik 16 kilometer, sehingga menyisakan beberapa segmen kritis.

“Dari sini ke arah Sibolga kurang lebih 18 kilometer. Pengerjaan sudah sampai sekitar 16 kilometer,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan, salah satu titik terparah berada di Desa Simaninggir, yang diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk proses pemulihan secara optimal karena tingkat kerusakan yang cukup berat.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah lanjutan agar akses vital penghubung Taput–Sibolga dapat kembali normal dan mendukung mobilitas serta distribusi logistik masyarakat. (net)

Editor : Editor Satu
#jalan nasional #akses sibolga taput