SIBOLGA, METRODAILY – Komisi V DPR RI memastikan akan menurunkan bantuan alat berat tambahan untuk mempercepat proses normalisasi Sungai Aek Doras di Kelurahan Sibolga Julu, Kota Sibolga, yang mengalami pendangkalan parah akibat banjir dan longsor.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Lokot Nasution, saat meninjau langsung pengerukan Sungai Aek Doras bersama jajaran Pemerintah Kota Sibolga, Kamis (11/12/2025).
Lokot memuji kecepatan dan kesigapan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik dalam menangani dampak bencana, khususnya upaya normalisasi sungai yang menjadi penyebab utama banjir di kawasan permukiman warga.
“Saya melihat Pak Wali Kota sangat responsif dan memahami betul kondisi Sibolga sebagai pusat perekonomian wilayah Tapanuli. Jika Sibolga lumpuh, dampaknya akan meluas sampai Mandailing Natal, Madina, hingga Pulau Nias,” ujar Lokot di lokasi.
Menurutnya, pengerukan Sungai Aek Doras harus segera dituntaskan agar rumah-rumah warga di sepanjang bantaran sungai tidak kembali tergenang setiap kali hujan turun.
Hingga kini, alat berat masih terus bekerja mengeruk sedimentasi lumpur dan pasir yang menutup alur sungai.
Lokot juga mengingatkan agar penanganan bencana tidak ditarik ke ranah politik. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan wilayah dan keselamatan masyarakat.
“Ini bukan soal partai. Ini soal kemanusiaan dan kampung halaman kita. Politik bisa nanti, sekarang yang terpenting adalah membantu warga yang terdampak bencana,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara bersama Ilham Mendrofa dari Badan Saksi Nasional dan Logistik Partai Demokrat turut menyerahkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di sekitar Sungai Aek Doras.
Bantuan diterima Anggota DPRD Sibolga dari Partai Demokrat Tonny Agustinus Lumban Tobing.
Untuk mempercepat penanganan, Komisi V DPR RI berencana menurunkan tiga hingga lima unit alat berat tambahan beserta dump truck guna mengangkut sedimentasi hasil pengerukan.
“Kalau pasir hanya ditumpuk di pinggir jalan, itu tidak menyelesaikan masalah. Sedimentasi harus diangkut keluar agar aliran sungai kembali normal,” jelas Lokot.
Ia mengaku khawatir jika pendangkalan tidak segera diatasi, air sungai akan terus meluap dan merusak rumah warga, infrastruktur kota, menghambat aktivitas ekonomi, serta berpotensi menimbulkan penyakit.
Saat ini, kondisi Sungai Aek Doras dinilai sangat kritis. Jika sebelumnya permukaan air berada sekitar 5–6 meter di bawah badan jalan, kini air sungai telah berada di atas permukaan jalan.
Meski warga telah membendung aliran dengan karung pasir, genangan masih terjadi, diperparah curah hujan tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Lokot juga mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca dari BMKG, mengingat adanya potensi siklon tropis yang diperkirakan berlangsung hingga 16 Desember 2025 dan berpotensi memicu banjir susulan.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing serta Wakil Ketua DPRD Sibolga dari Fraksi Golkar Jamil Zeb Tumori. (ts)
Editor : Editor Satu