LABURA, METRODAILY – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana alam ditunjukkan Kepala Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Dahrul Syahputra Tanjung, dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (12/12/2025).
Dahrul bersama rombongan menempuh perjalanan panjang dan melelahkan demi memastikan bantuan sampai langsung ke tangan masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Sepanjang perjalanan, rombongan harus melewati berbagai kondisi jalan yang menantang serta keterbatasan waktu dan tenaga.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Desa Kampung Pajak kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ujar Dahrul di sela kegiatan penyaluran bantuan.
Ia menegaskan, jarak dan medan yang sulit tidak menyurutkan niatnya untuk hadir langsung di lokasi bencana.
Bahkan, rombongan sempat beberapa kali beristirahat di masjid-masjid yang dilalui untuk memulihkan stamina sekaligus melaksanakan ibadah sebelum melanjutkan perjalanan.
Bantuan kemanusiaan tersebut dikirim menggunakan dua unit mobil truk yang mengangkut berbagai kebutuhan pokok.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi sembako, pakaian layak pakai, serta selimut, yang sangat dibutuhkan warga di pengungsian.
Dahrul menjelaskan, seluruh bantuan merupakan hasil donasi dan kepedulian masyarakat Desa Kampung Pajak yang dihimpun secara swadaya untuk membantu korban bencana agar dapat bertahan dalam kondisi sulit pascabencana.
Baca Juga: Nekat Menyeberang Saat Hujan Deras, Wanita Muda Tewas Terseret Sungai Siondop di Tapsel
Kehadiran Kepala Desa Kampung Pajak secara langsung di lokasi terdampak memberikan dukungan moral bagi warga.
Masyarakat menyambut dengan haru dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Pemerintah Desa Kampung Pajak menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi musibah, dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian sosial. (Gus)
Editor : Editor Satu