Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Anggota DPR Temukan Pengungsian Tak Layak di Tapteng–Sibolga

Editor Satu • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:00 WIB

 

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau jalan nasional Sibolga–Tarutung yang longsor, didampingi Dirjen Bina Marga dan Bupati Tapteng.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau jalan nasional Sibolga–Tarutung yang longsor, didampingi Dirjen Bina Marga dan Bupati Tapteng.

TAPTENG, METRODAILY – Komisi V DPR RI melakukan inspeksi lapangan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Rabu (10/12/2025), untuk melihat secara langsung dampak banjir bandang dan longsor yang memutus akses, merusak permukiman, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama anggota Muhammad Lokot Nasution, Al Muklis Basri, Dedi Arianto, dan Abdul Hadi, memulai peninjauan dari lokasi pengungsian di Kecamatan Badiri.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik longsor di ruas jalan nasional Sibolga–Tarutung, termasuk Batu Lobang, Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, serta Sibolga Julu di Kecamatan Sibolga Utara.

Baca Juga: Tambang Ilegal Beroperasi di Kebun PTPN IV Balimbingan, Polisi Lakukan Penggerebekan

Lasarus menilai kondisi sejumlah titik jalan masih sangat mengkhawatirkan. Kontur tanah yang labil membuat sebagian badan jalan mengalami keretakan dan ambles cukup dalam.

“Beberapa lokasi masih sangat labil, termasuk tempat kita berdiri saat ini. Di ujung jalan situ hampir 100 meter jalannya hampir putus sehingga tidak bisa dilewati,” ujarnya di lokasi.

Selain infrastruktur, perhatian DPR tertuju pada kondisi pengungsian. Lasarus menyoroti minimnya kelayakan fasilitas, mulai dari tempat tidur, kebersihan, sanitasi, hingga akses air bersih.

Ia menyebut kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan mengingat durasi tinggal para pengungsi yang semakin panjang.

Baca Juga: Banjir Serbelawan Dipicu Sampah dan Sisa Replanting Kayu Perkebunan

“Tempat pengungsian masih sangat tidak memadai. Kebersihan, fasilitas MCK, air bersih, obat-obatan, hingga kebutuhan pokok warga harus dipastikan terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa lamanya warga tinggal di pengungsian berpotensi memicu masalah kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Komisi V DPR RI mendorong percepatan koordinasi lintas lembaga—terutama Basarnas, BNPB, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah—agar penanganan darurat berjalan lebih efektif.

Lasarus menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan fasilitas dasar bagi para pengungsi, mulai dari selimut, makanan, air bersih, MCK, hingga obat-obatan.

Baca Juga: Pemko Siantar Matangkan Acara Old and New 2025/2026, Ada Pasar Murah

“Hasil kunjungan ini menunjukkan bahwa penanganan darurat masih perlu ditingkatkan, terutama terkait kondisi pengungsian dan akses jalan yang terdampak longsor,” ujarnya.

Rombongan juga mendampingi Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Roy Rizali Anwar, dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton, dalam meninjau lokasi jalan nasional yang rusak parah akibat longsor.

Pemerintah pusat berkomitmen melakukan penanganan cepat agar jalur logistik dan mobilitas masyarakat dapat segera dipulihkan. (net)

Editor : Editor Satu
#Banjir tapteng #Pengungsian di Tapteng