SIMALUNGUN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali menyoroti penyebab utama banjir yang kerap melanda wilayah Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar.
Selain menumpuknya sampah di aliran Sungai Sikkam, banjir juga dipicu limbah kayu hasil replanting dari perusahaan perkebunan yang terbawa arus.
Fenomena sampah yang dibuang sembarangan ke Sungai Sikkam menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan aliran air. Tumpukan itu memperlambat aliran dan memicu luapan ketika debit naik saat hujan.
Baca Juga: Pemko Siantar Matangkan Acara Old and New 2025/2026, Ada Pasar Murah
Tidak hanya sampah, limbah kayu sisa replanting perusahaan perkebunan pun turut memperparah situasi. Kayu-kayu tersebut kerap tersangkut di aliran sungai dan mendorong naiknya debit air, bahkan sesekali menyebabkan longsoran.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Simalungun terus menjalankan berbagai langkah pencegahan.
Mulai dari penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, hingga meminta perusahaan perkebunan segera menangani limbah replanting yang berpotensi menutup aliran sungai.
Baca Juga: Ganja Diselipkan di Tembok Belakang Rumah, Dua Warga Siantar Ditangkap
Upaya lain yang dibahas adalah pengaktifan kembali pintu air kanal milik PTPN IV Kebun Dolok Ilir untuk mencegah sedimentasi dan menormalisasi aliran sungai saat debit meningkat.
Seluruh langkah ini dipertegas dalam rapat koordinasi di Ruang Harungguan Kantor Camat Dolok Batunanggar, Rabu (10/12).
Rapat dipimpin Camat Dolok Batunanggar Siti Aminah Siregar bersama Kabid Kesiapsiagaan BPBD Viktor Purba dan unsur Forkopimca. Hadir pula Kapolsek Serbelawan, Danramil 05, pamong desa, perusahaan perkebunan seperti PT Bridgestone, PTPN IV, PMT, serta tokoh masyarakat.
Baca Juga: Fans Real Madrid Marah, Cemooh Skuad Sendiri Usai Dikalahkan City
Sebelum rapat, rombongan melakukan peninjauan lapangan ke titik-titik rawan banjir di sepanjang Sungai Sikkam hingga PLTA Bahbolon Nagori Dolok Ilir I.
Rapat menyepakati sejumlah langkah konkret lanjutan. PTPN IV diminta kembali mengoperasikan program buka-tutup pintu air Dam I Kanalan dan Dam Layangan.
PT Bridgestone berkomitmen membangun ulang sumur resapan air (tulang ikan) di kawasan perkebunan. Sementara PMT Dolok Ilir menyediakan alat kotrek untuk mengangkat pintu air bendungan di Nagori Dolok Ilir I agar dapat difungsikan kembali. (rel/esa)