Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Satu Kecamatan di Humbahas Masih Terisolasi, Distribusi Logistik Lewat Udara

Editor Satu • Rabu, 10 Desember 2025 | 12:50 WIB

Tim SAR gabungan menyisir lokasi banjir dan longsor di Humbang Hasundutan dalam upaya pencarian korban dan pembukaan akses yang terputus.
Tim SAR gabungan menyisir lokasi banjir dan longsor di Humbang Hasundutan dalam upaya pencarian korban dan pembukaan akses yang terputus.

HUMBAHAS, METRODAILY – Salah satu kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dilaporkan masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga di Banda Aceh.

Suharyanto menyebutkan bahwa hingga Senin, dua kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) masih mengalami isolasi akibat kerusakan infrastruktur, yakni Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Baca Juga: Samosir Luncurkan Kredit UMKM Tanpa Bunga Pertama di Sumut

“Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal dua kabupaten. Dari 18 kota terdampak, 7 desa terisolir. Ini Humbang Hasundutan, satu kecamatan, dan Tapanuli Utara ada 7 kecamatan,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden.

Ia kemudian menambahkan bahwa perkembangan terbaru menunjukkan kondisi yang sedikit berbeda berdasarkan laporan terbaru yang masuk.

“Tapanuli Utara yang dua kabupaten/kota yang masih tadi dikatakan terisolir, ini ada dua kecamatan. Humbang Hasundutan ada enam kecamatan. Ini semuanya juga sudah didistribusikan logistik lewat udara,” tuturnya.

Baca Juga: Diskon Tol Akhir Tahun, Enam Ruas di Sumut Turun Harga, Catat Tanggalnya

Sementara itu, data Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menunjukkan bahwa banjir bandang dan tanah longsor paling parah terjadi di Kecamatan Pakkat dan Tarabintang, dengan dampak signifikan terhadap akses, pemukiman, dan fasilitas umum.

Di Kecamatan Pakkat, bencana terjadi di Dusun Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, yang sekaligus memutus akses jalan penghubung Pakkat–Barus menuju Tapanuli Tengah akibat timbunan material longsor.

Area PLTA Pakkat di Dusun Nanggumba, Desa Purba Bersatu, juga mengalami longsor beruntun dan menghambat aktivitas warga.

Baca Juga: Bibit Siklon 91S Muncul di Samudera Hindia, Sumut Cuaca Ekstrem Hingga 15 Desember

Sementara di Kecamatan Tarabintang, Bupati Humbahas turut meninjau lokasi longsor dan pengungsian yang dipusatkan di Aula HKBP Sihombu. Kerusakan bangunan dan infrastruktur menyebabkan warga membutuhkan suplai logistik yang kini disalurkan melalui jalur udara.

Secara keseluruhan, sebanyak 427 unit rumah di 18 desa pada enam kecamatan dilaporkan rusak akibat bencana tersebut, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.

Otoritas daerah memastikan bahwa upaya pembukaan akses terus dilakukan, termasuk pengerahan alat berat, distribusi bantuan, serta koordinasi lintas lembaga untuk percepatan penanganan darurat. (net)

Editor : Editor Satu
#bnpb #Banjir humbahas #Terisolir