TAPSEL, METRODAILY — Sungai Garoga kembali meluap pada Selasa (9/12/2025) sore, memicu kepanikan warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah orang terlihat berlarian menjauh setelah air sungai naik secara tiba-tiba di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Batangtoru selama beberapa jam.
Sungai yang menjadi batas alam Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah ini sebelumnya telah menghancurkan tiga desa pada banjir bandang 25 November lalu.
Desa Garoga bahkan hilang dari lanskap akibat sapuan air dan material kayu yang terbawa dari hulu.
Luapan sore ini mencapai Desa Huta Godang, namun tidak membawa material kayu seperti dua pekan sebelumnya. Air hanya menggenangi sisa bangunan rumah yang sudah tertimbun lumpur.
Kepala Desa Huta Godang, Admal Tampubolon, menilai luapan ini terjadi akibat kesalahan penataan aliran sungai.
Ia menyebut sungai baru yang terbentuk setelah banjir justru ditutup sebelum membuka kembali aliran sungai lama yang tersumbat kayu di bawah Jembatan Anggoli.
“Ini kesalahan teknik saja. Masa ditutup sungai yang baru, sementara sungai yang lama belum dibuka. Air tertuju ke satu sungai, ujungnya mudah meluap kemari,” ujarnya di Pasar Huta Godang.
Menurut Admal, luapan ini justru menunjukkan aliran sungai di hulu sudah lebih baik karena tidak lagi membawa kayu berlebih.
“Hujan baru beberapa jam menandakan alirannya sudah bagus. Kalau beberapa hari hujan tidak ada banjir, berarti ada kemungkinan terjadi penumpukan air di hulu,” katanya.
Warga kembali panik mengingat trauma banjir bandang dua pekan lalu belum pulih. Admal mengaku dirinya ikut panik melihat air bergerak cepat mengarah permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, air dari luapan Sungai Garoga masih mengalir melewati puing-puing rumah dan jalan menuju bekas area persawahan di Huta Godang.
Petugas dari Posko Garoga ikut bersiaga mengantisipasi kemungkinan luapan susulan.
Sersan Abadi Hasibuan, petugas posko, mengungkapkan beberapa personel sempat diungsikan demi keamanan.
“Saat hujan deras tadi terjadi kepanikan. Tapi kami tetap tenang supaya tidak menambah kekacauan,” ujarnya.
Hujan kini mulai mereda dan sebagian petugas yang sempat dievakuasi telah kembali memasuki area Garoga di perbatasan Tapanuli Tengah. (samman)