MEDAN, METRODAILY — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara merilis data terbaru dampak bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di 18 kabupaten/kota.
Hingga Selasa (9/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 1.777.827 jiwa terdampak, dengan 340 orang meninggal dunia, 651 luka-luka, dan 128 orang masih hilang.
Data dihimpun Pusdalops PB BPBD Sumut berdasarkan laporan resmi BPBD kabupaten/kota yang mengalami bencana sejak akhir November hingga Desember 2025.
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling terdampak, dengan 296.453 jiwa. Disusul Tapanuli Selatan dengan 279.974 jiwa, serta Langkat dengan 434.776 jiwa akibat banjir bandang yang merusak ribuan rumah warga.
Sementara itu, korban meninggal tertinggi tercatat di Tapanuli Selatan dengan 85 jiwa, disusul Tapanuli Tengah sebanyak 110 jiwa, dan Sibolga 53 jiwa.
Total keseluruhan korban jiwa yang meninggal mencapai 340 orang.
BPBD Sumut juga melaporkan 11.226 kepala keluarga masih mengungsi di berbagai posko.
Beberapa daerah sudah menetapkan status tanggap darurat, bahkan memperpanjangnya, seperti Langkat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Sebagian daerah lain sudah menyatakan masa darurat selesai, seperti Medan, Binjai, dan Asahan.
Berikut ringkasan status darurat di kabupaten/kota:
- Tapanuli Utara: Tanggap Darurat
- Tapanuli Tengah: Perpanjangan Tanggap Darurat
- Tapanuli Selatan: Perpanjangan Tanggap Darurat
- Sibolga: Tanggap Darurat
- Humbang Hasundutan: Tanggap Darurat
- Padangsidimpuan: Selesai
- Pakpak Bharat: Tanggap Darurat
- Mandailing Natal: Tanggap Darurat
- Medan: Tanggap Darurat
- Binjai: Selesai
- Langkat: Perpanjangan Tanggap Darurat
- Deli Serdang: Tanggap Darurat
- Nias: Selesai
- Tebing Tinggi: Selesai
- Serdang Bedagai: Tanggap Darurat
- Asahan: Selesai
- Batubara: Transisi Selesai
- Nias Selatan: Tanggap Darurat
BPBD Sumut mengingatkan masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Rel/mea)