Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tim SAR Temukan Dua Jenazah Berkafan Ditemukan di Sungai Garoga

Editor Satu • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:40 WIB
Tim SAR menyusuri aliran Sungai Garoga untuk mencari korban banjir bandang, termasuk dua jenazah yang ditemukan masih dalam balutan kain kafan.
Tim SAR menyusuri aliran Sungai Garoga untuk mencari korban banjir bandang, termasuk dua jenazah yang ditemukan masih dalam balutan kain kafan.

TAPSEL, METRODAILY — Tim SAR gabungan yang telah hampir dua pekan menyisir jalur banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menemukan temuan yang mengejutkan: dua jenazah masih dalam balutan kain kafan di aliran Sungai Garoga dan wilayah sekitarnya.

Temuan itu disampaikan relawan SAR, Decky Chandrawan, yang terlibat penuh bersama Basarnas dalam pencarian korban.
“Sudah dua mayat dalam kain kafan yang tim kami temukan, Bang,” ujarnya kepada ANTARA, Senin (8/12).

Decky, Ketua Dewan Pendiri KPA Forester Tabagsel, menjelaskan kedua jenazah ditemukan di lokasi berbeda.

“Kami nggak tahu pasti asalnya dari mana. Apa dari Tapsel atau sudah masuk Tapteng, masih simpang siur,” tambahnya.

Ia menduga salah satu jenazah “belum lama dikuburkan” sebelum terseret arus banjir.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

“Soal dimakamkan lagi atau tidak, kami nggak tahu. Tugas kami hanya memastikan jenazah sampai ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Evakuasi Berat: Lumpur Setinggi Lutut, Senter Hampir Habis

Decky mengisahkan beratnya proses evakuasi, terutama di Desa Pardamean—lokasi terjauh dari jalur banjir. Lumpur setinggi lutut menutup seluruh akses.

“Korban kami gotong pakai tandu, menembus material banjir. Sampai di perkebunan sawit baru bisa dipindahkan ke perahu karet,” kenangnya.

Evakuasi dilakukan dalam kondisi minim personel karena hanya Basarnas dan FAJI Tapsel yang dapat bergerak cepat hari itu. Tiga jenazah harus dievakuasi dalam satu hari yang sama.

“Selesai jam sembilan malam. Kami kerja dalam gelap, senter hampir habis, lumpur makin berat,” kata Decky.

Meski telah menangani puluhan jenazah sejak bencana 24 November lalu, Decky mengaku menemukan jenazah yang masih berkafan membawa perasaan lain.

“Ada sunyi yang menggantung di tengah hiruk pikuk bencana,” ucapnya lirih.

Bagi tim SAR, setiap jenazah bukan sekadar angka, melainkan seseorang yang ditunggu keluarganya dan harus diperlakukan dengan hormat.

Evakuasi korban masih terus berlanjut. Sungai Garoga belum sepenuhnya bersih dari material banjir bandang, sementara potensi longsor susulan tetap mengancam.

“Selama masih ada korban yang belum ditemukan, kami tetap turun,” tegas Decky. (ant)

Editor : Editor Satu
#jenazah berkafan #Sungai Garoga #banjir bandang #tim sar