Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ribuan Gelondongan Kayu Menutup Aliran Sungai Aek Godang

Editor Satu • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:20 WIB
Ribuan gelondongan kayu menutupi aliran Sungai Aek Godang Tukka pasca banjir bandang di Kecamatan Tukka, Tapteng.
Ribuan gelondongan kayu menutupi aliran Sungai Aek Godang Tukka pasca banjir bandang di Kecamatan Tukka, Tapteng.

TAPTENG, METRODAILY – Dampak banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 25 November 2025 terus memunculkan persoalan baru.

Ribuan gelondongan kayu menumpuk di aliran sungai dan pemukiman warga, terutama di kawasan Hutanabolon, Sigotom, Kampung Rambutan, Kecamatan Tukka.

Tumpukan kayu yang diduga kuat merupakan sisa pembalakan liar itu menutup aliran Sungai Aek Godang Tukka, membuat air dari hulu tak lagi mengalir melalui jalur sungai. Akibatnya, air berpindah ke jalan umum dan masuk ke rumah warga.

 Baca Juga: Sungai Aek Sirahar Meluap 2 Meter, Warga Barus Diimbau Mengungsi

Air Sungai Beralih ke Jalan

“Ginilah kondisinya. Kayu sudah menutupi semua aliran sungai, makanya air sungai ini jadi lari ke jalan dan pemukiman warga,” ujar Arman, warga Tukka, Senin (8/12/2025).

Ia khawatir kondisi itu akan semakin memperparah situasi, terutama saat hujan deras turun. Menurutnya, pembersihan ribuan kayu tersebut bukan hal mudah dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

“Tidak gampang membersihkan ribuan tumpukan kayu ini. Semoga pemerintah punya solusi agar kami tidak waswas setiap hujan turun,” katanya.

Warga Trauma dan Ketakutan

Sementara itu, Dedek, warga lain yang masih bertahan di rumahnya pasca banjir bandang, mengaku sempat panik saat hujan kembali mengguyur wilayah itu pada Minggu (7/12/2025).

“Enggak berapa lama hujan turun, air di jalan sudah mulai dalam. Aku langsung lari ke rumah, takut tidak bisa pulang kalau air semakin tinggi,” ujarnya.

Dedek menuturkan air sempat naik hingga setinggi lutut namun kembali surut beberapa jam kemudian.

“Syukurlah surut. Kalau sempat bertahan sampai malam, enggak tahu lagi kami. Sudah trauma, selalu takut banjir susulan,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pembersihan total aliran sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Dh)

Editor : Editor Satu
#Sungai Aek Godang #Banjir tapteng