TAPTENG, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membutuhkan puluhan alat berat tambahan untuk mempercepat pemulihan pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menegaskan bahwa alat berat yang tersedia saat ini belum mencukupi untuk menangani kerusakan parah yang terjadi.
“Penanganan berikutnya adalah memperbanyak alat berat. Ada sekitar 27 alat berat di Tapteng, tetapi jumlah itu masih sangat kurang,” kata Masinton kepada wartawan di Pandan, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, skala kerusakan akibat banjir bandang dan longsor kali ini sangat besar, sehingga kebutuhan alat berat tidak bisa ditunda.
Pemkab Tapteng memperkirakan setidaknya 20 unit alat berat tambahan diperlukan untuk membuka kembali akses jalan, menormalkan sungai, serta membersihkan material longsor.
“Sebagian wilayah Tapteng perlu alat berat untuk membuka akses jalan, membersihkan kayu-kayu yang menutup sungai, menggeser lumpur dan timbunan longsor, serta memperbaiki jalan dan jembatan,” ujar Masinton.
Ia memastikan Pemkab sedang melakukan kalkulasi jenis dan jumlah alat berat yang diperlukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kebutuhannya sedang kami hitung, jenis-jenisnya juga. Minimal 20 alat berat lagi harus ada,” lanjutnya.
Selain penanganan infrastruktur, Pemkab Tapteng juga fokus pada penanganan pengungsi.
Masinton menyebut pihaknya tengah menyiapkan lokasi untuk hunian tetap sementara bagi warga yang terdampak parah.
“Kami sedang mencari beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk hunian tetap sementara,” kata Masinton. (Dh)
Editor : Editor Satu