TAPSEL, METRODAILY – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis (4/12).
Ia didampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB (Deputi 3) Mayjen TNI Budi Irawan.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Wapres melihat langsung kerusakan permukiman warga yang dipenuhi material banjir bandang seperti lumpur berpasir dan batang-batang pohon berukuran besar.
Di titik tersebut, jalur lintas Padangsidimpuan–Sibolga terlihat terputus total setelah terbentuk aliran sungai baru akibat derasnya banjir bandang.
Petugas gabungan sementara memasang batang-batang pohon besar sebagai jembatan darurat, agar warga dan petugas dapat melintas sambil menunggu akses permanen diperbaiki.
Usai sekitar 15 menit meninjau lokasi, Gibran kemudian mengunjungi posko pengungsian di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Ratusan penyintas menyambut kedatangan Wapres, yang kemudian menyalami satu per satu warga yang menunggu sejak pagi.
Wapres RI Gibran Rakabuming meninjau Desa Garoga yang terdampak banjir bandang di Batang Toru, Tapanuli Selatan, 4 Desember 2025.
Di hadapan para penyintas, Wapres menyampaikan rasa duka cita atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utama.
Gibran menanyakan langsung kondisi kesehatan warga dan kebutuhan dasar paling mendesak, sembari memastikan pemerintah pusat dan daerah terus bekerja memberikan pelayanan terbaik selama fase tanggap darurat hingga pemulihan.
Baca Juga: Hutama Karya Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh, Percepat Akses Bantuan Bencana
“Apa yang menjadi kebutuhan dasar warga akan terus disalurkan melalui BNPB, pemerintah daerah, dan relawan,” ujar Wapres.
Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menegaskan komitmen BNPB untuk terus mendampingi warga terdampak.
BNPB telah mengerahkan personel, alutsista, serta memaksimalkan distribusi bantuan melalui udara menggunakan lima helikopter, kendaraan angkut darat, dan dukungan aparat TNI.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB bersama berbagai stakeholder juga bekerja mempercepat pembukaan akses jalan yang terputus.
Upaya perbaikan dilakukan bertahap dan mulai menunjukkan hasil sehingga proses penanganan darurat dapat semakin dimaksimalkan. (Rel)