Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu Langkat Segera Diperbaiki, Antisipasi Banjir Tidak Terulang

Editor Satu • Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:13 WIB

 

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau dan berdialog dengan warga korban banjir di Posko Bencana Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau dan berdialog dengan warga korban banjir di Posko Bencana Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam.

LANGKAT, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan tanggul Sungai Sei Wampu yang jebol di Kabupaten Langkat akan segera diperbaiki.

Kepastian itu diberikan demi mencegah banjir serupa kembali terjadi di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau Posko Bencana di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam. Gubernur bertemu langsung dengan warga terdampak banjir dan mendengarkan kebutuhan mereka.

“Saya pastikan Pemerintah Provinsi Sumut akan segera memperbaiki tanggul yang jebol di desa ini agar banjir tidak terulang kembali,” tegas Bobby Nasution di hadapan warga Desa Air Hitam.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan simpati mendalam kepada ratusan warga yang sudah lebih dari satu minggu mengungsi akibat rumah mereka masih terendam.

Ia memastikan bantuan logistik dari Pemprov Sumut terus mengalir ke seluruh titik terdampak banjir di Kabupaten Langkat.

Camat Gebang, Sofyan Tarigan, menyampaikan laporan terkini mengenai kondisi wilayahnya. Banjir disebut merendam enam desa, yaitu Kelurahan Pekan Gebang, Desa Puluh Manis, Desa Sangga Lima, Desa Dorang, Desa Air Hitam, dan Desa Paya Bengkuang.

Saat ini tercatat enam titik pengungsian, di antaranya berada di Kantor Hutama Karya, Keripik Cinta, Masjid Pasiran, Masjid Paya Bengkuang, Masjid Air Hitam, serta sejumlah rumah warga.

“Desa yang masih terendam sampai hari ini adalah Desa Air Hitam dan Desa Paya Bengkuang. Warga dari dua desa ini yang masih mengungsi berjumlah 170 orang,” jelas Sofyan.

Ia menyebutkan, warga mulai mengungsi sejak 26 November 2025. Jumlah pengungsi sempat mendekati seribu orang, namun sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air.

Banjir yang melanda sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Untuk layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Langkat telah menyiagakan tenaga medis di seluruh titik pengungsian.

“Petugas kesehatan berjaga 24 jam untuk memantau kondisi warga yang mengungsi. Kami pastikan seluruh pengungsi mendapat perhatian penuh dari pemerintah kabupaten,” ujar Sofyan. (H14/DIS)

 

Editor : Editor Satu
#banjir Langkat #Sei Wampu #Gubernur Bobby Nasution