Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Korban Bencana Sumut Capai 41 Ribu Pengungsi, Pemprov Kerahkan Dokter & Perawat di Semua Titik Bencana

Editor Satu • Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:00 WIB

 

Konferensi pers Dinas Kesehatan Sumut membahas layanan kesehatan darurat bencana di Sumut, berlangsung di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025).
Konferensi pers Dinas Kesehatan Sumut membahas layanan kesehatan darurat bencana di Sumut, berlangsung di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025).

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiagakan tenaga medis di seluruh titik bencana banjir, longsor, dan banjir bandang yang terjadi di berbagai daerah sejak 26 November 2025.

Layanan kesehatan diberikan langsung di posko pengungsian maupun lokasi terdampak.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025), yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut.

Hamid melaporkan, hingga saat ini Dinas Kesehatan Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Langkat.

Petugas kesehatan juga disiagakan penuh di posko-posko pengungsian.

Sementara itu, data sementara mencatat 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana yang melanda Sumut dalam sepekan terakhir.

“Sejak awal bencana, kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk percepatan layanan kesehatan di lapangan,” ujar Hamid.

Ia menyebutkan bahwa Pemprov Sumut turut bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Regional Sumatera.

Untuk wilayah Tapteng dan Sibolga, Hamid menjelaskan bahwa tim kesehatan yang dikirim dari provinsi sempat tertahan di Tapsel karena akses jalan putus.

Kondisi tersebut membuat tim memberikan pelayanan langsung kepada warga terdampak di Batangtoru, Kabupaten Tapsel.

“Kita turunkan dokter, perawat, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, dan surveilans. Besoknya (27/11/2025), kita tempatkan 3 dokter, 3 perawat, dan 2 petugas surveilans untuk membantu pelayanan kesehatan di sana,” jelasnya.

Di Kabupaten Langkat, Dinas Kesehatan Sumut juga mengirim tim medis lengkap dan melakukan rotasi tenaga kesehatan antar kecamatan agar layanan tidak terputus.

Upaya ini dilakukan dengan dukungan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Hamid menegaskan bahwa fase pascabencana sangat rawan terhadap munculnya penyakit. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

“Pada fase pasca bencana akan muncul berbagai masalah kesehatan. Upaya pencegahan penting agar penyakit dapat kita tangani lebih cepat,” katanya.

Dinkes Sumut mencatat 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, dan sejumlah poskesdes terdampak banjir dan longsor. Sebagian fasilitas tidak dapat beroperasi karena terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Untuk menjangkau wilayah terisolir, Pemprov Sumut mendapat dukungan dari relawan lintas provinsi, komunitas, dan organisasi masyarakat. “Seluruh relawan tetap kami arahkan untuk berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten,” tambah Hamid.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah penyakit rawan muncul pascabencana seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam.

Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan alat medis habis pakai.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami juga minta dinkes kabupaten/kota mendata sarana dan prasarana kesehatan yang terdampak untuk dilaporkan ke pusat,” jelasnya.

Hamid berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh korban bencana berlangsung optimal hingga kondisi masyarakat kembali pulih. (H13/DIS)

 

Editor : Editor Satu
#siaga bencana #pemprov sumut #pengungsi