TAPTENG, METRODAILY – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan tiga dapur umum di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sebagai respons cepat terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Fasilitas dapur umum ini memastikan kebutuhan pangan ratusan penyintas terpenuhi setiap hari.
Komandan Respons Penyelamatan dan Kedaruratan BAZNAS, Taufiq Hidayat, mengatakan dapur umum di Masjid An-Nursina, Sarudik, telah beroperasi sejak Minggu (30/11).
Setiap hari, dapur tersebut memproduksi 1.000 bungkus makanan untuk 568 pengungsi, serta menyediakan air bersih dan internet gratis berbasis Starlink untuk kebutuhan komunikasi warga.
“Sejak hari pertama, kami fokus memastikan pasokan makanan tiba tepat waktu ke para pengungsi. Selain itu, akses komunikasi juga penting agar warga bisa terhubung dengan keluarga dan layanan darurat,” ujar Taufiq, Kamis (4/12/2025).
Operasi kemanusiaan ini diperkuat tim gabungan dari pusat, provinsi, dan daerah, termasuk 15 relawan masak dan logistik BAZNAS Sibolga yang dipimpin Halima.
Selain dapur umum di Sarudik, dua dapur umum lain juga beroperasi di Desa Tandihat dan Desa Tolang Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan total produksi lebih dari 3.000 bungkus makanan per hari.
Taufiq menjelaskan, pembukaan posko dan dapur umum dilakukan setelah asesmen cepat pada Sabtu (29/11), sesaat setelah tim tiba di lokasi bencana.
“Prioritas kami adalah memastikan pangan dan air bersih terdistribusi cepat dan merata, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan,” tegasnya.
Koordinator dapur umum sekaligus pelaksana BAZNAS Sibolga, Halima, menyebut tim di lapangan bekerja dengan armada terbatas—satu unit mobil dan dua motor—untuk menjangkau berbagai titik terdampak.
“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat sampai fase pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat terus menyalurkan dukungan melalui BAZNAS agar bantuan lebih tepat sasaran,” ujar Halima.
Ia menambahkan, warga Sarudik turut bergotong royong menjadi relawan—mulai dari memasak hingga mendistribusikan makanan—sebagai bentuk solidaritas bagi sesama. (dh)