SIMALUNGUN, METRODAILY- Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, Polsek Tanah Jawa turun langsung memantau program penanaman jagung yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan sambang dan monitoring ke lokasi penanaman jagung di Afdeling I Kebun PTPN IV Regional II Tonduhan, Nagori Parhundalian Jawadipar, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (3/12/2025) sore sekitar pukul 14.50 WIB.
"Ini adalah bentuk implementasi nyata dari arahan Kapolri dalam mendukung delapan program prioritas yang tergabung dalam Asta Cita pemerintahan. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga turut memastikan ketahanan pangan berjalan lancar," ujar Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu malam pukul 20.10 WIB.
Program ketahanan pangan jagung ini merupakan hasil kolaborasi apik antara PTPN IV Mayang sebagai penyedia lahan, Kelompok Tani Dos Roha yang mengelola penanaman, dan Polri sebagai pengawas program. Sebuah sinergi yang solid untuk mewujudkan swasembada pangan di Tanah Air.
"PTPN IV Mayang menyediakan lahan yang luas di sekitar Kebun Tonduhan. Lahan ini kemudian dikelola oleh Kelompok Tani Dos Roha dengan ketua Poktan Sopian Sinaga. Sementara Polsek Tanah Jawa bertanggung jawab penuh sebagai pengawas program ketahanan pangan jagung ini," ungkap AKP Verry Purba menjelaskan skema kerja sama.
Kehadiran Kompol Asmon Bufitra di lokasi bukan sekadar formalitas. Ia langsung berinteraksi dengan para petani, melihat kondisi tanaman jagung, dan memastikan tidak ada kendala yang menghambat program ini.
Yang menarik dari program ini adalah jaminan pemasaran hasil panen. Kapolsek Tanah Jawa memberikan himbauan penting terkait penjualan hasil panen kepada para petani yang hadir.
"Dalam kesempatan ini, Kapolsek menghimbau agar hasil panen jagung dijual kepada Bulog melalui rekanan atau agen yang sudah disediakan. Keuntungannya, jagung bisa dijual dalam kondisi tongkol tanpa perlu dipipil terlebih dahulu, dan pengambilan bisa dilakukan langsung dari lahan," jelas Kasi Humas.
Kebijakan ini tentu sangat menguntungkan petani karena menghemat tenaga dan waktu. Mereka tidak perlu repot memipil jagung atau mengangkut hasil panen ke tempat lain. Bulog akan menyerap langsung dari lokasi perkebunan.
Meski fokus pada ketahanan pangan, Kompol Asmon Bufitra tidak melupakan tugas utama kepolisian. Ia tetap memberikan himbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program penanaman jagung.
"Kapolsek mengingatkan agar menjaga keamanan di area perkebunan, baik selama masa tanam hingga panen. Kita ingin program ini berjalan sukses tanpa gangguan keamanan sedikitpun," ucap AKP Verry Purba.
Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Manager Kebun Tonduhan Andi Samuel Limbong beserta staf, Ketua Kelompok Tani Dos Roha Sopian Sinaga, dan Mitra Usaha UD. Bornok Tani Elman Morris Manurung. Turut mendampingi Kapolsek adalah Bhabinkamtibmas Aiptu RH. Sianturi dan Kasium Aiptu Donal Simarmata.
Program ini merupakan bagian dari Surat Perintah Kapolri Nomor Sprint 3137/X/KEP/2024 tentang Panitia Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan dalam rangka mewujudkan visi bersama Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
"Ketahanan pangan adalah salah satu pilar penting pembangunan nasional. Melalui program seperti ini, Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendukung kesejahteraan masyarakat," tegas AKP Verry Purba.
Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain. Dengan dukungan penuh dari Polri, para petani bisa fokus menggarap lahan tanpa khawatir soal keamanan dan pemasaran hasil panen.
"Kami optimis program ketahanan pangan jagung ini akan sukses dan memberikan manfaat besar bagi petani serta masyarakat luas. Polri akan terus mengawal setiap tahapan hingga panen tiba," pungkas Kasi Humas Polres Simalungun menutup keterangannya. (rel/NSi)
Editor : Leo Sihotang