Dari Evakuasi hingga Logistik ke Wilayah Terisolasi, Agincourt Resources Bantu 3.000 Warga Terdampak di Tapanuli Selatan
Editor Satu• Kamis, 4 Desember 2025 | 21:24 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Presiden Direktur Agincourt Resources Muliady Sutio (berseragam oranye) berdialog dengan warga terdampak banjir di Posko PTAR Desa Garoga, Batang Toru.
BATANG TORU, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR) bergerak cepat sejak awal masa tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam 72 jam pertama, PTAR mengerahkan Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk mengevakuasi warga, membuka akses yang tertutup material longsor, serta menyalurkan bantuan darurat ke wilayah terdampak, termasuk lokasi yang masih terisolasi.
Dukungan ini mencakup makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, dapur umum, hingga fasilitas penampungan sementara, dengan operasi posko yang dilakukan setiap hari bersama pemangku kepentingan terkait.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan fokus utama sejak hari pertama bencana adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, dan keterjaminan akses layanan kesehatan.
“Sejak 25 November hingga saat ini, kami memprioritaskan percepatan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, termasuk layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan di tengah situasi pengungsian. Fokus kami tetap pada keselamatan warga dan pemulihan akses agar bantuan cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya.
Anggota Tim Tanggap Darurat (ERT) Agincourt Resources menggendong seorang anak meniti jembatan darurat yang menghubungkan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Selasa (2/12/2025). Hingga kini, dukungan PTAR telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Batang Toru dan sekitarnya. Posko bantuan beroperasi di tujuh titik pengungsian: Desa Batu Hula, Desa Sumuran, Sopo Daganak di Desa Napa, Balai Marguna di Kompleks Kantor Camat Batang Toru, Gedung Serbaguna HKBP Wek II Pasar Batang Toru, Puskesmas Batang Toru, serta Desa Garoga.
PTAR mengatur pusat logistik dari kawasan operasional yang aman agar distribusi lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
Selain karyawan PTAR, sebanyak 305 relawan dari masyarakat turut membantu operasional posko, mulai dari dapur umum, distribusi logistik, hingga layanan bagi lansia, perempuan, dan anak-anak.
“Kami menata dukungan logistik melalui satu kendali koordinasi agar penyalurannya terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan relawan sangat penting agar bantuan tepat guna dan berkelanjutan,” tambah Katarina.
Buka Akses Jalan, Kirim Bantuan Lewat Helikopter
Selain dukungan bagi para penyintas di posko, PTAR mengerahkan 10 unit ekskavator dan backhoe loader untuk membuka akses jalan yang terputus akibat tumpukan material longsor.
Dalam kondisi sejumlah wilayah masih terisolasi, helikopter PTAR menjadi jalur vital untuk mengirim bantuan darurat ke lokasi yang tidak dapat ditembus melalui jalur darat.
Ekskavator Agincourt Resources membersihkan material kayu gelondongan yang menutup aliran Sungai Garoga, Batang Toru, Kamis (4/12/2025).
Dampingi Menteri ESDM & Komit pada Transparansi
Pada Selasa (2/12/2025), PTAR turut mendampingi kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Desa Garoga.
Dalam kesempatan tersebut, PTAR menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan terkait perizinan serta penerapan good mining practice.
“Kami terbuka dan kooperatif terhadap proses verifikasi maupun pengawasan pemerintah. PTAR siap menyediakan data yang dibutuhkan dan mendukung penuh langkah pemerintah sesuai kewenangnya,” kata Katarina.
PTAR memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, TNI/Polri, serta instansi terkait lainnya untuk menjaga penanganan bencana tetap terarah.
Perusahaan berharap dukungan berkelanjutan ini membantu meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan sosial maupun ekonomi di wilayah terdampak. (Rel)