Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

8 Hari Terisolir, Warga Tapanuli Tengah Bertahan Hidup Hanya dengan Durian

Editor Satu • Kamis, 4 Desember 2025 | 12:05 WIB

 

Sejumlah desa masih terisolir delapan hari pascabencana.
Sejumlah desa masih terisolir delapan hari pascabencana.

TAPTENG, METRODAILY – Delapan hari pascabanjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), situasi di sejumlah desa masih darurat.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengungkapkan warga di wilayah terisolir terpaksa bertahan hidup dengan memakan durian karena bantuan belum sepenuhnya tiba.

“Bahkan masyarakat di desa terisolir bertahan hidup dengan makan durian,” tulis Masinton lewat akun Instagram pribadinya, Selasa (2/12/2025).

Hingga hari ke-8, aliran listrik masih padam di sebagian besar wilayah Tapteng. Masinton juga menyebutkan tiga komoditas vital mengalami kelangkaan: stok beras menipis, antrean di SPBU memanjang, serta gas elpiji mulai habis.

“Stok beras menipis, antrean panjang di pom bensin, stok gas elpiji menipis,” tuturnya.

Selain keterbatasan logistik, sejumlah desa disebut masih belum dapat ditembus jalur darat akibat material longsor yang menutup jalan. Proses pencarian korban juga terkendala karena akses sulit.

“Beberapa desa masih terisolir. Jenazah tertimbun longsor di beberapa desa belum dapat dievakuasi,” ungkapnya.

Sementara itu, BPBD Sumut kembali memperbarui data korban. Per Selasa pagi pukul 08.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 290 orang, sementara 154 orang masih hilang.

Data menunjukkan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 86 orang dan 85 orang hilang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 79 orang meninggal dan 38 orang hilang.

Secara keseluruhan, bencana banjir dan longsor melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, menyebabkan 614 orang terluka, 1.669.996 orang terdampak, dan 538.792 orang harus mengungsi. (Net)

 

Editor : Editor Satu
#Terisolir #Banjir tapteng