HUMBAHAS, METRODAILY — Upaya pencarian korban banjir dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), kembali membuahkan hasil.
Pada hari ketujuh tanggap darurat, Selasa (2/12/2025), tim gabungan menemukan satu korban meninggal dunia, seorang anak perempuan bernama Weda Amelia Maharaja, 10 tahun.
Pencarian dipimpin langsung oleh Bupati Humbahas Oloan P. Nababan, dengan mengerahkan tiga unit alat berat serta personel lintas sektoral dari Basarnas, BPBD, Polres Humbahas, Kodim 0210/TU, dan relawan.
Penyisiran dilakukan menyeluruh pada titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya para korban.
“Kerja keras tim berhasil menemukan korban setelah petugas merubuhkan satu unit rumah warga berlantai dua yang tersapu longsor. Sekitar pukul 10.40 WIB, korban ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang tertimbun material longsor,” ujar Oloan kepada Waspada.id di sela proses evakuasi.
Korban kemudian dibawa ke Posko Tanggap Darurat untuk proses identifikasi oleh dokter forensik sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Atas bencana ini, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Oloan.
Sementara itu, Sekdakab Humbahas Chiristison Rudianto Marbun menyampaikan perkembangan jumlah korban.
Dari 14 orang yang awalnya dilaporkan hilang, enam ditemukan selamat, masing-masing Sonta Simanullang, 72; Pery Sihotang, 45; Grace Cia Cilina, 9; Joharia Sihotang, 12; Daniel Sihotang, 25; dan Lapider Simanullang, 70.
Korban meninggal sebelumnya berjumlah empat orang: Beres Sihotang, 80; Merni Simamora, 45; Tiurma Simanullang, 90; dan Juniati Silaban, 47.
Pencarian kemudian menemukan dua korban hilang lainnya, yakni Tiada Simanullang, 70, dan Nardo Sihotang, yang ditemukan terpisah pada Jumat (28/11). Penemuan Weda Amelia Maharaja menambah daftar korban meninggal menjadi 13 orang.
“Dari data yang masuk, saat ini tinggal satu korban hilang, yakni Roy Simanullang, 19 tahun. Petugas tetap melakukan penyisiran hingga seluruh korban ditemukan,” pungkas Chiristison. (Net)
Editor : Editor Satu