TAPSEL, METRODAILY — Korban bencana banjir dan longsor di Tapanuli Selatan terus bertambah. Hingga Selasa (2/12/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel mencatat 79 warga meninggal, 49 luka berat, dan 38 orang masih hilang di empat kecamatan terdampak.
Bencana melanda 13 kecamatan dengan ratusan desa terdampak, terutama di Angkola Barat, Angkola Sangkunur, Batang Toru, Sipirok, Marancar, Muara Batang Toru, Sayur Matinggi, Angkola Selatan, dan Batang Angkola.
Banjir bandang, tanah longsor, serta amblasnya badan jalan menyebabkan ribuan rumah dan fasilitas umum rusak.
Jumlah pengungsi mencapai 5.366 jiwa yang tersebar di 25 titik pengungsian, mulai dari madrasah, aula desa, gereja, puskesmas, hingga rumah warga.
Titik pengungsian terbesar berada di Perkebunan Simarpinggan dengan 1.630 jiwa, disusul Desa Malombu di Angkola Sangkunur (701 jiwa) dan Masjid Baiturrohim Bandar Tarutung (600 jiwa).
Dampak bencana juga melumpuhkan transportasi. Tiga ruas jalan nasional terputus, yakni Taput–Tapsel, Tapteng–Tapsel, dan Tapsel–Natal/Mandailing Natal. Jalur Medan–Padangsidimpuan hingga Sumatera Barat masih dapat dilalui.
Sementara jalan provinsi Batang Toru–Marancar–Sipirok terputus, dan jalur Siborong-borong–Pangaribuan–Sipirok masih normal.
BNPB telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada BPBD Tapsel, termasuk 383 paket sembako, 700 makanan siap saji, 50 tenda keluarga, 6 tenda pengungsi, 300 matras, 100 selimut, 200 kasur lipat, velbed, genset, chainsaw, pompa alkon, perahu polytelin beserta mesin, dan satu unit Starlink untuk mendukung komunikasi.
Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Julkarnaen Siregar, menyebut kendala di lapangan meliputi keterbatasan pasokan BBM untuk operasional logistik, minimnya alat berat, terbatasnya kendaraan mobilitas personel, dan kekurangan air bersih bagi pengungsi.
Untuk percepatan penanganan, BPBD mengusulkan tambahan BBM, alat berat, kendaraan motor trail, serta mobil water treatment untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.
Pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, serta pembukaan akses jalan tertutup material longsor.
Laporan ini disampaikan tim BNPB Tapsel sebagai data sementara yang masih dapat berkembang. (Net)
Editor : Editor Satu