TAPSEL, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR) menegaskan bahwa operasional Tambang Emas Martabe tidak berhubungan langsung dengan banjir bandang dan longsor yang melanda Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, akhir November 2025.
Pernyataan itu disampaikan PTAR melalui siaran resmi, Selasa (2/12/2025).
Dalam keterangan resmi, PTAR menyatakan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga terdampak bencana, serta menegaskan pentingnya menggunakan data dan fakta dalam pemberitaan terkait hubungan antara tambang dan bencana alam.
Berdasarkan investigasi PTAR:
- Penyebab Banjir: Siklon Senyar memicu curah hujan ekstrem yang mewakili rekor 50 tahun terakhir, menjatuhkan hujan deras di seluruh Sumatra Utara, termasuk kawasan hulu Hutan Batang Toru. Titik awal banjir bandang berada di Desa Garoga, menyebar ke desa tetangga seperti Huta Godang, Batu Horing, Sitinjak, dan Aek Ngadol.
- Faktor Sumbatan: Banjir diperparah oleh penyumbatan kayu gelondongan di Jembatan Garoga I dan II, yang menyebabkan dua anak sungai Garoga menyatu menjadi aliran baru dan menerjang Desa Garoga. Puluhan korban tewas dan hilang dilaporkan.
- Keterpisahan DAS: PTAR beroperasi di sub-DAS Aek Pahu, yang secara hidrologis terpisah dari DAS Garoga. Titik pertemuan kedua sungai berada jauh di hilir Desa Garoga, sehingga aktivitas tambang tidak memicu banjir. Sub-DAS Aek Pahu pun tidak mengalami aliran lumpur atau batang kayu masif.
- Pengamatan Udara: Investigasi melalui helikopter menguatkan bahwa longsoran di tebing Sungai Garoga, termasuk kawasan hutan lindung, merupakan sumber utama material lumpur dan kayu. Kajian lanjutan tetap diperlukan untuk mencari penyebab tambahan.
PTAR juga aktif sebagai first responder, melaksanakan Search and Rescue (SAR), membuka akses, mendirikan posko pengungsian dengan tenda darurat, dapur umum, dan klinik masyarakat.
PTAR bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pemangku kepentingan lain untuk memobilisasi sumber daya membantu korban bencana.
“PTAR berkomitmen membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang Garoga dengan cepat dan berbasis fakta,” tulis pernyataan resmi. (Rel)
Editor : Editor Satu