Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BNPB Buka Suara Soal Penjarahan di Sibolga–Tapteng: Stok Menipis, Warga Terpaksa Berebut Makanan

Editor Satu • Senin, 1 Desember 2025 | 13:20 WIB
Warga berebut bantuan logistik di Tapanuli Tengah setelah stok makanan menipis dan akses distribusi terputus akibat banjir dan longsor
Warga berebut bantuan logistik di Tapanuli Tengah setelah stok makanan menipis dan akses distribusi terputus akibat banjir dan longsor

TAPANULI TENGAH, METRODAILY – Penjarahan minimarket hingga gudang Bulog terjadi di Kabupaten Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025).

Aksi massa dipicu oleh krisis logistik yang menimpa warga setelah banjir dan longsor memutus jalur distribusi selama lima hari.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan bantuan makanan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Namun ia mengakui, jumlah bantuan yang masuk masih belum memenuhi kebutuhan warga.

“Distribusi logistik ke Sibolga sebenarnya sudah masuk sejak dua hari lalu. Tapi pengangkutan lewat helikopter sangat terbatas kapasitasnya. Hari ini kami tambah frekuensi, dua heli akan terus bekerja menyalurkan bantuan ke daerah yang stoknya menipis,” ujar Abdul Muhari dalam program Sapa Indonesia Pagi, Minggu (30/11/2025).

BNPB menyebut pendistribusian dilakukan bertahap, bergantung pada laporan harian dari bupati dan wali kota yang disampaikan ke Posko Komando BNPB di Tarutung, Tapanuli Utara.

Setiap malam pukul 19.00–21.00 WIB, BNPB menggelar rapat evaluasi untuk menentukan wilayah prioritas bantuan.

“Jika pimpinan daerah melaporkan stok logistik menipis, keesokan harinya satu atau dua heli akan diterjunkan untuk penebalan logistik,” katanya.

BNPB juga mengimbau seluruh kepala daerah aktif memperbarui data ketersediaan logistik agar distribusi dapat tepat sasaran.

Warga: Stok Makanan Habis, Harga Melonjak

Aksi penjarahan yang terjadi di sejumlah titik di Pandan dan Sarudik dipicu kondisi warga yang kehabisan bahan makanan sejak banjir menerjang Selasa (25/11/2025). Harga sembako melonjak dan sebagian warga kesulitan mengakses lokasi pembagian bantuan akibat panjangnya antrean dan distribusi yang belum merata.

“Hari ini baru penjarahan, karena sembako di rumah semua sudah habis,” kata Syakila, warga Pandan.

Bulog: 2.400 Ton Beras Tersedia, Pendataan Masih Berlangsung

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, memastikan stok beras sebelum kejadian penjarahan berada pada kisaran 2.400 ton di gudang Sibolga. Namun pihaknya kini masih mendata berapa banyak beras dan minyak goreng yang diambil massa dari gudang Bulog Sarudik.

“Kendala kami saat ini adalah sinyal dan akses. Tapi pemulihan distribusi pangan tetap prioritas. Kami memahami kondisi psikologis masyarakat yang sudah lima hari terisolasi tanpa akses pangan,” ujarnya.

Bulog memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, dan BNPB terus dilakukan agar jalur bantuan kembali pulih. (Rel)

Editor : Editor Satu
#banjir sibolga #penjarahan #Banjir tapteng #minimarket dijarah